Home » Activities, Opini, PCR » Mari Menulis dengan Benar Teman!

Proposal

Menulis adalah salah satu cara yang dilakukan untuk menyampaikan gagasan secara tertulis kepada orang lain. Setiap mahasiswa dipastikan harus menulis, paling tidak menulis jawaban tugas, laporan dan lain-lain. Menulis erat kaitannya dengan pelajaran dan matakuliah Bahasa Indonesia. Melalui pelajaran itu kita diajarkan untuk menulis dengan baik dan benar. Artinya disetiap jenjang pendidikan (kecuali Pascasarjana selain sastra barangkali) pasti akan diajarkan tentang Bahasa Indonesia. Mengapa? Karena setiap siswa ataupun mahasiswa harus mampu menulis dan menggunakan Bahasa Indonesia dengan baik dan benar.

Hingga saat ini telah ditetapkan peraturan perundangan yang mengatur tentang tata tulis dalam Bahasa Indonesia, atau yang lebih dikenal dengan nama Ejaan Yang Disempurnakan (EYD). Saat ini telah ditetapkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 46 Tahun 2009 tentang Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. Berarti ada aturan yang harus diikuti jika menulis dalam Bahasa Indonesia.

Mahasiswa adalah salah satu jenjang pendidikan yang telah melewati kurang lebih 12 tahun pendidikan formal sebelumnya yaitu Dasar, Menangah Pertama dan Menengah Atas. Setiap tahun, jenjang-jenjang pendidikan yang dilalui selalu mempelajari Bahasa Indonesia. Artinya meraka sudah memiliki pengetahuan yang baik dalam menggunakan Bahasa Indonesia, termasuk saat menulis. Paling tidak memiliki pengalaman yang cukup untuk membantu mereka dalam menyampaikan gagasan melalui tulisan.

Pengalaman tersebut tentu memudahkan mereka dalam menyelesaikan tugas-tugas yang mereka hadapi saat menghadapi perkuliahan. Bagi mahasiswa tahun akhir, menulis adalah keharusan. Menulis merupakan bagian penting untuk menyelesaikan studi mereka. Karena salah satu fase yang akan dilewati untuk menyelesaikan pendidikan adalah menulis skripsi atau proyek akhir.

Untuk menyelesaikan pendidikan tersebut, setidaknya mereka akan melewati beberapa tahap yang didalamnya tercakup kemampuan menulis, presentasi dan diskusi (Lisan dan Tulisan). Menulis proposal dan laporan skripsi dan proyek akhir/tugas akhir adalah contohnya.

Menurut KBBI, proposal merupakan rencana yang dituangkan dalam bentuk rancangan kerja. Rancangan tersebut ditulis secara sistematis sesuai dengan panduan-panduan tertentu. Biasanya setiap institusi pendidikan memiliki panduan tersendiri tentang bagaimana cara dan format penulisan proposal dan laporan. Panduan tersebut menjadi acuan yang digunakan untuk menyelesaikan proposal dan laporan penelitian (Skripsi/PA).

Sesuai dengan artinya, proposal merupakan rencana dalam bentuk rancangan kerja.  Proposal selalu ditulis dengan menggunakan format yang sesuai dengan panduan. Dengan mengajukan proposal, paling tidak akan diterima salah satu dari dua macam respon, diterima atau ditolak. Bagaimana usaha yang dilakukan agar proposal diterima? Jika ditinjau dari sisi bahasa, maka jawabannnya adalah menulislah dengan baik dan benar, ikuti panduan,  sampaikan gagasan secara sistematis dan tulis sekomunikatif mungkin.

Sejak tahun 2013, Saya aktif menjadi penguji dan pembimbing untuk beberapa orang mahasiswa tingkat akhir yang akan menyelesaikan studi mereka. Ya , mereka akan melewati fase-fase yang telah Saya sebutkan sebelumnya. Secara teknik (kajian keteknikan), sebagian besar dari mereka memiliki kecakapan dan kemampuan yang cukup untuk menyelesaikan produk yang menjadi objek penelitian. Saat berdiskusi, mereka mampu menyampaikan gagasan mereka dengan baik. Bahkan mampu menceritakan secara detil, ‘ini’ akan menjadi seperti apa nantinya.

Apa masalahnya? Ya, hampir sebagian besar tidak begitu bagus menyampaikan gagasan dan ide tersebut dalam bentuk tulisan. Bahkan, ada beberapa mahasiswa yang tidak memahami dasar-dasar menulis yang seharusnya telah mereka miliki. Berikut beberapa contoh-contoh kejadian yang pernah Saya alami.

  1. Tidak mengerti tentang cara menggunakan preposisi “di” dan “ke”. Ada yang menggunakan hukum kebalikan.
  2. Menyampaikan gagasan dengan cara yang tidak biasa. Bahkan sulit untuk dimengerti (akhirnya Saya menyerah karena gagal paham).
  3. Menulis kurang efektif yang menghasilkan 5-7 baris untuk satu kalimat. Saya sering berkelakar dengan menggunakan kata “zholim”. Mengapa? Saat membaca kalimat tersebut boleh jadi si pembaca tidak diberi kesempatan untuk bernafas.
  4. Menulis kata dengan cara yang kurang tepat, seperti ejaan asing, kata baku dan bahkan menggukana kata-kata yang tidak biasa.
  5. Menuliskan rujukan dengan cara sendiri (mendadak membuat aturan).
  6. Terkadang menggunakan dialek daerah dalam menulis.

Poin-poin di atasa adalah beberapa contoh yang sering Saya temui. Kepada mereka Saya pernah bertanya, mengapa tidak memaksimalkan kemampuan menulis? Mengapa tidak menggunakan buku panduan dalam menulis? Mengapa dan mengapa…. (aku ra popo)

Jawaban yang Saya terima cukup beragam, ada yang mengatakan bahwa itu adalah “warisan”. Ada yang mengatakan tidak cukup waktu untuk memperbaiki. Bahkan ada yang benar-benar mengakui bahwa dia benar-benar tidak paham.

Untuk diketahui, menulis proposal dan laporan tersebut memiliki poin penilaian tersendiri. Bahkan nilai yang dialokasikan untuk penulisanpun cukup tinggi. Oleh karena itu, bagi kamu yang sedang menyelesaikan proposal dan laporan penelitian, marilah bersama-sama memperbaiki diri. Jadikanlah menulis itu menjadi bagian terpenting dalam menyelesaikan pendidikan yang sedang kamu tapaki. Paling tidak perhatikanlah sedikit informasi berikut ini.

  1. Tulisan yang kamu tulis bukanlah konsumsi pribadi. Jadi kelayakan tulisan itu tidak bisa dinilai sendiri. Mintalah bantuan teman-teman dalam mengoreksi kesalahan dan ketidaktepatan penulisan yang kamu lakukan.
  2. Gunakan bantuan internet untuk mengecek apakah kata-kata yang kamu gunakan tepat atau tidak.
  3. Menulis bukanlah kemampuan yang instan. Menulis perlu kebiasaan. Jadi biasakanlah menyempaikan gagasan kepada orang lain dengan menggunakan tulisan. Kamu bisa berbagi informasi dengan menggunakan jejaring sosial dan blog. Menulis itu butuh proses.
  4. Biasakanlah menulis efektif. Cara yang paling sederhana adalah dengan menuliskan kalimat secara singkat. Jika gagasan itu panjang, sampaikan dalam beberapa kalimat. Cobalah!
  5. Jangan gunakan alasan “warisan” untuk melakukan pembenaran terhadap apa yang telah kamu tuliskan. Gunakan panduan penulisan baku dalam menulis proposal dan laporan. Setiap institusi memiliki penduan sendiri untuk mengatur penulisan tersebut. Jika tidak terdapat aturan yang mengatur hal-hal tertentu, konsultasikan ke pembimbing.
  6. Pembimbing tidak melulu memberikan bimbingan terhadap pengetahuan-pengetahuan dasar dalam menulis. Karena kemampuan tersebut seharusnya telah kamu miliki. Karena kamu telah mempelajarinya selama lebih dari 12 tahun. Jadi pastikan kamu tidak bermasalah dengan dasar-dasar penulisan.
  7. Barangkali menulis proposal dan laporan (skripsi/PA) hanya akan dilakukan sekali seumur hidup (khusus jenjang ini). Oleh sebab itu, lakukanlah usaha terbaik untuk kejadian langka ini!

Gampang bukan? Mudah-mudahan informasi ini bisa dimanfaatkan oleh teman-teman mahasiswa yang sedang menyelesaikan Proyek Akhir mereka. Khususnya untuk teman-teman yang sedang berjuang di Politeknik Caltex Riau.

Muhasabah diri”. Apakah tulisan Saya sudah baik? Belum tentu teman-teman, dosen = rocker, juga manusia. Tulisan ini akan Saya gunakan untuk koreksi diri. Jika suatu saat Saya melakukan kesalahan yang sama berarti Saya sudah memiliki Early Warning System. Artinya Saya juga masih belajar. Semoga sukses.

Share :
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Twitter
  • Google Bookmarks
  • Google Buzz
  • RSS
  • Technorati
  • Add to favorites
  • email
  • MySpace
  • Plurk

Tentang Isaninside - Muhammad Ihsan Zul

Isaninside - Muhammad Ihsan Zul, Seorang suami dari Rizka Irma Septiani dan bekerja sabagai Dosen di Politeknik Caltex Riau (PCR). Lulusan Pendidikan Teknik Elektronika FT UNP [Padang] tahun 2009 dan menyelesaikan pendidikan Pasca Sarjana di UGM tahun 2012. Ilmu untuk dibagi bukan dipamerkan. Let's Share!
Bookmark and Share Subscribe

Belum ada komentar... Jadilah komentator pertama!

Tinggalkan komentar