Home » Activities » HTC Sensation XE: Impian yang Terwujud

Sekitar akhir tahun 2011 yang lalu Saya sempat terpesona akan kecanggihan sebuah gadget yang dimiliki oleh teman seangkatan. Gadget itu adalah smartphone bermerek Samsung. Samsung Galaxy Nexus S i9023. Smartphone dengan desain yang menarik dan tampilan yang tidak biasa, berbeda dengan tampilan Samsung Galaxy pada umumnya. Umumnya smartphone samsung galaxy memiliki sebuah tombol (fisik) yang terletak di bagian bawah layar. Tetapi Samsung Galaxy Nexus tidak seperti itu.

Saking penasarannya, Saya mengumpulkan informasi tentang smartphone tersebut. Berdasarkan hasil pencarian, ternyata Samsung Google Nexus i9023 S dirilis sejak April 2011. Smartphone ini menggunakan prosesor 1 GHz Cortex-A8, RAM 512 dengan ukuran layar 4.0 inci. Well, lumayan besar dan harganya tergolong mahal saat itu. Kuartal keempat tahun 2011, harga smarphone ini mencapai 4 jutaan, sangat mustahil bagi Saya untuk memilikinya. Jadilah target untuk membeli gadget itu Saya urungkan untuk sementara waktu. Spesifikasi lengkap Samsung Google Nexus S i9023 dapat dilihat melalui link ini: http://www.gsmarena.com/samsung_google_nexus_s_i9023-3910.php

Pada awal hingga pertengahan tahun 2012, Saya mengerjakan beberapa pekerjaan riset dan pekerjaan sampingan diluar riset. Pekerjaan itu terkait dengan tesis dan keahlian yang Saya miliki di bidang-bidang yang Saya minati. Akhir tahun 2011 Saya juga mengajukan penawaran beasiswa ke Kementerian Pendidikan Nasional. Alhamdulillah beasiswa tersebut diterima dan dikabulkan pada pertengahan tahun 2012. Pertengahan tahun tersebut Saya juga mengantongi beberapa rupiah yang telah Saya siapkan sebagai modal nikah tahun 2013 mendatang, InsyaAllah (tidak banyak, tapi cukup). Hasil kalkulasi pemasukan tersebut memungkinkan Saya untuk membeli gadget yang telah Saya impikan pada akhir tahun 2011 lalu.

Sebenarnya Saya telah menggunakan beberapa smartphone termasuk diantaranya Nokia-Symbian (Selama S1), Blackberry (awal 2011) dan Android (akhir tahun 2011). Nasib yang paling tragis terjadi ketika Saya menggunakan blackberry hanya dalam waktu 4 bulan. Bulan keempat pemakaian, BB Bold 9000 yang digunakan saat itu rusak dan mengalami gagal hardware karena kesalahan pemakaian. Saat itu Saya menggunakan Chargeran bajakan yang ternyata merusak board BB tersebut. Sangat disayangkan memang, duit 3,8 jutaan melayang dalam waktu 4 bulan. Akhirnya tahun 2011 Saya memutuskan untuk membeli Android Low-End bermerek Samsung. Gadget tersebut sangat bermanfaat ketika sedang travelling, artinya dengan bepergianpun tetap bisa mengakses internet dimanapun dan kapanpun. Apalagi saat perjalanan kereta dari Jogja-Jakarta, Jakarta-Jogja dan Padang-Jogja. MP3 sepertinya belum mampu mengakomodir kebutuhan informasi yang Saya butuhkan saat perjalanan.

Suntikan finansial dari orang tua membuat Saya memutuskan membeli Samsung Galaxy Mini. Saat itu Saya membeli gadget tersebut di Semarang ketika berkunjung ke rumah abang Saya di daerah Demak Jawa Tengah. Walaupun Low-end dengan kemampuan yang tidak terlalu hebat (tapi Bagus), Galaxy Mini sangat membantu Saya untuk berkenalan secara langsung dengan OS Android. Hingga saat ini OS Android membuat Saya nyaman menggunakannya, walaupun harus mengkonsumsi energi yang lumayan besar.

Pertengahan tahun 2012, setelah mengumpulkan rupiah, peluang untuk memiliki smartphone High-end terbuka lebar. Saya telah memiliki cukup uang untuk membeli smartphone yang telah diimpikan sejak akhir tahun 2011. Awalnya Saya tetap berencana membali Samsung Google Nexus S i9023. Setelah mempelajari lebih lanjut, ternyata spesifikasi smartphone tersebut jauh tertinggal jika dibandingkan smartphone high-end lainnya. Setelah googling cukup lama, Saya membuat daftar smartphone yang mungkin Saya beli. Diantaranya:

  1. Samsung Galaxy Wonder
  2. Samsung Galaxy Nexus I9250M (Google)
  3. HTC Evo 3D Shooter, dan
  4. HTC One V

Akhirnya Saya membulatkan tekat untuk membeli HTC Evo 3D Shooter. Smartphone ini menggunakan Prosesor Dual Core 1,2 GHz dengan RAM 1GB. Smartphone ini dilengkapi dengan kemampuan menangkap gambar secara 3D. Kemampuan ini didukung oleh dua kamera yang terpasang di belakang. Smartphone ini telah menggunakan layar yang dilindungi oleh Corning Gorilla Glass. Layar yang tahan terhadap gesekan. Bukti nyata mengenai kecanggihan Corning Gorilla Glass bisa didapatkan di youtube. Sangat teruji. HTC Evo 3D Shooter dirilis sejak Juli 2011. Spesifikasi lengkap smarphone ini dapat dilihat di link berikut. : http://www.gsmarena.com/htc_evo_3d-3901.php

Awal Juli, Saya mencari Evo 3D di beberapa pusat handphone di Jogjakarta. Wah, ternyata smartphone tersebut telah menjadi barang langka. Membuat Saya frustasi untuk meneruskan pencarian. Beruntung, Saya sempat berbincang-bincang dengan orang-orang HTC yang pada saat itu sedang melakukan promosi di Jogjatronik. Di sana Saya mendapatkan informasi bahwa 3D Evo memang menjadi barang langka. Maklum Saya tidak begitu menguasai tempat-tempat strategis untuk berjualan handphone di Jogjakarta. Saya bersedia membeli mahal asalkan memiliki kepastian garansi (Garansi Resmi, bukan BM dan segala macamnya).

Setelah lelah mencari, akhirnya Saya memtuskan untuk membeli smartphone generasi di atas Evo 3D, termasuk Samsung Galaxy Nexus I9250M. Setelah lama mencari dan memilah-milah kemungkinan yang akan dibeli, akhirnya Saya memutuskan untuk membeli HTC Sensation XE (Black). Saat itu Saya mendapat potongan harga. Jadi sedikit lebih murah jika dibandingkan dengan harga toko atau pasaran. Saya berkenalan dengan salah seorang Branch Sales Head dari perusahaan distributor Handphone di Indonesia. Dari sana Saya mendapat potongan harga karena saat itu HTC sedang melakukan pameran produk terbaru mereka, HTC One X.

HTC Sensation XE merupakan salah satu smartphone yang menanamkan teknologi BeatAudio dari dr. Dre. Apa itu Dr. Dre bisa dilihat “di sini”. Jadi pada jika membeli Smartphone tersebut, Anda juga akan mendapatkan earphone buatan dr. Dre, include di dalam box HTC Sensation XE. HTC Sensation XE menggunakan prosesor Dual-core 1.5 GHz Scorpion, dengan RAM 768 MB. Di dalam handphone terpasang Micro SD 8G. OS Andorid yang digunakan adalah Gingerbread 2.3.4 dan bisa diupgrade sampai versi Ice Cream Sandwich (ICS, 4.0, saya sudah menggunakan ICS). Spesifikasi lengkap dapat dilihat di link ini: http://www.gsmarena.com/htc_sensation_xe-4164.php

Berikut penilaian Saya untuk Sensation XE, setelah mencoba:

  1. Prosesor dan RAM. smarphone ini menggunakan prosesor yang tergolong tinggi. Tapi sangat disayangkan hanya menggunakan RAM 768 MB.
  2. Earphone. Suara yang dihasilkan oleh earphone buatan Dr. Dre sangat luar biasa, ngeBeats!, Saya bisa menggunakannya dengan MP3 Player Philips yang Saya gunakan saat bepergian.
  3. Konsumsi Daya. Sangat boros memang, namun bisa diakali dengan menggunakan aplikasi Battery Saver yang tersedia di Google Play. Selain itu service-service yang tidak penting sebaiknya dinonaktifkan.
  4. Terasa panas. Selama menggunakan, baterai Sensation Xe akan terasa panas. Setelah Saya baca-baca di beberapa forum dan artikel yang mengulas Sensation XE, ternyata keadaan ini memang biasa terjadi.
  5. Memory yang tercatat. Menurut spesifikasinya RAM Sensation XE adalah 768 MB, namun yang tercatat di Task Manager hanya sekitar 563 MB. Saya belum menemukan informasi pasti mengenai masalah ini (malas googling). Akan tetapi ini bukanlah masalah. Sensation XE tetap berjalan dengan baik dengan berbagai Animasi dari HTC Sense UI. Service-service lainnya tetap berjalan dengan baik dan sangat jauh dari hank atau patah-patah (Jeglek).
  6. Performa. Performa smartphone ini tidak perlu diragukan lagi, sangat cepat!
  7. Kamera. Handphone ini memiliki 2 kamera (depan dan belakang). Spesifikasi kamera belakang 8 MP, 3264×2448 pixels, autofocus, dual-LED flash. Gambar hasil tangkapan bisa dimodifkasi dengan menggunakan aplikasi kamera yang telah tertenam di HTC Sensation XE. Seperti halnya modifikasi ala Instagram.

Secara keseluruhan Saya merasa puas menggunakan smartphone ini. Semoga bisa bertahan lama dan membantu aktifitas sehari-hari .Ceritanya panjang! Well, kira-kira begitulah impian Saya hingga akhirnya bisa terwujud. At least Saya bisa mengenang perjalanan untuk memiliki smartphone tersebut.

Isaninside Juli 2012.

Share :
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Twitter
  • Google Bookmarks
  • Google Buzz
  • RSS
  • Technorati
  • Add to favorites
  • email
  • MySpace
  • Plurk

Tentang Isaninside - Muhammad Ihsan Zul

Isaninside - Muhammad Ihsan Zul, Seorang suami dari Rizka Irma Septiani dan bekerja sabagai Dosen di Politeknik Caltex Riau (PCR). Lulusan Pendidikan Teknik Elektronika FT UNP [Padang] tahun 2009 dan menyelesaikan pendidikan Pasca Sarjana di UGM tahun 2012. Ilmu untuk dibagi bukan dipamerkan. Let's Share!
Bookmark and Share Subscribe

Belum ada komentar... Jadilah komentator pertama!

Tinggalkan komentar