Home » Activities, Opini, S2 JTETI UGM » Sekelumit Kisah Pra Pendadaran

Tadi pagi, Saya melewati salah satu ujian untuk menyelesaikan pendidikan master di Universitas Gadjah Mada. Ujian Pra Pendadaran, begitu Saya mengenalnya. Ujian ini dilakukan sebagai bentuk seminar hasil penelitian untuk menyelesaikan tesis. Menurut informasinya, setiap mahasiswa yang sudah menempuh hasil 70% tesis, telah memenuhi syarat untuk mengikuti ujian pra pendadaran. Kebetulan dalam 2 minggu ini ada beberapa teman seangkatan yang mengikuti ujian pendadaran, termasuk Saya.

Sebenarnya Saya telah menunggu jadwal ujian selama dua minggu. Hingga akhirnya diumumkan untuk ujian pada hari Jumat 22 Juni 2012, pukul 09.00 pagi. Sesaat setelah menerima telpon terkait dengan jadwal ujian, Saya merasakan kelegaan yang luar biasa, kerana Saya memang menunggu kepastian jadwal ujian. Jujur pada saat itu Saya telah mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk ujian, Naskah, slide presentasi, hingga pakaian yang akan digunakan.

Pada saat dikabari, Saya belum mengetahui siapakah dosen yang akan menguji Saya, yang pasti Bapak Widyawan dan Bapak Lukito akan hadir karena beliau merupakan pembimbing 1 dan 2 Saya. Oleh karena itu, sehari setelah pengumuman Saya mengecek ruang ujian dan dosen penguji untuk pra pendadaran tersebut. Setelah Saya lihat lebih lanjut, ternyata dosen yang ditunjuk untuk menguji pra pendadaran ternyata Bapak P. Insap Santosa dan Bapak Teguh Bharata Adji.

Jujur, Saya terkejut dengan penunjukan tersebut, karena semua dosen yang akan berada di ruangan tersebut adalah orang-orang penting dilingkungan JTETI UGM. Bapak Lukito adalah Ketua Jurusan JTETI (Orang nomor 1 JTETI), Bapak Insap Santosa merupakan ketua Program Studi S2 JTETI UGM, setiap mahasiswa S2 pasti mengenal beliau, Bapak Teguh Bharata Adji adalah ketua minat MTI (Magister Teknologi Informasi JTETI), dan Bapak Widyawan merupakan Ketua Prodi Informatika S1. Surprise sekali.

Jika dilihat dari segi keilmuan, semua dosen tersebut merupakan para ahli dibidang masing-masing. Semuanya lulusan S2 dan S3 Luar Negeri. Wah apa yang akan terjadi? Sedikit Saya gentar dengan keadaan tersebut. Bagaimana menghadapai rasa gentar itu? Berarti Saya harus mempersiapkan segala sesuatu semaksimal mungkin. Saya harus menunjukan yang terbaik, itu tekat Saya.

Saya berinisiatif untuk mempresentasikan semua slide yang Saya selesaikan dihadapan teman-teman seangkatan. Kami mengalokasikan waktu untuk saling mengkoreksi satu sama lain. Sehingga dengan menerima masukan dari teman-teman tersebut, presentasi hasil penelitian Saya dapat dikoreksi secara bersama-sama. Sehingga kemungkinan untuk mencapai hasil yang lebih baik menjadi terbuka lebar (Maksimal). Maksimal dari segi konten, alokasi waktu, dan pemaparan. Kegiatan ini Saya lakukan selama dua hari, sebelum hari H Pra Pendadaran.

Alhamdulilah berkat bantuan teman-teman tersebut Saya mendapat banyak masukan untuk memperbaiki slide yang akan Saya paparkan. Masukan tersebut berupa perbaikan konten presentasi yang harus ditekan pemaparannya, karena waktu yang dialokasikan untuk presentasi hanya 15 menit. Selain itu, konten yang dipaparkan sebaiknya menghindari tulisan yang saling bertumpuk. Alangkah baiknya jika divisualisasikan dengan menggunakan chart dan gambar.

Usulan teman-teman tersebut Saya lakukan dengan memodifikasi hampir 50% konten presentasi tersebut. Hasilnya Saya mengubah semua tulisan menjadi gambar-gambar yang hanya berisi keywords dari konten yang Saya maksudkan. Setelah semuanya dimodifikasi, pada hari berikutnya Saya kembali memperenstasikan silde tersebut dihadapan teman-teman. Hasilnya jauh lebih baik jika dibandingan pada hari sebelumnya. Model persentasi seperti ini memudahkan Saya dalam mengingat semua maksud, alur, dan istilah-istilah penelitian. Saya tidak terpaku dengan tulisan yang terdapat pada slide persentasi. Artinya Saya akan mengeluarkan apa yang ada dikepala Saya melalui keyword dalam bentuk gambar-gambar yang terdapat di slide tersebut.

Hasilnya, Saya berhasil menghemat penggunaan waktu. Selain itu semua maksud yang Saya sampaikan menjadi lebih mudah dimengerti karena dipaparkan melalui step-step yang mudah diterima (begitu menurut teman-teman Saya). Amin, semoga pada hari H Saya terhindar dari rasa nervous yang akan berakibat buruk terhadap hasil pemamparan yang telah Saya rencanakan.

Hasil tersebut menjadi lebih baik jika pemaparan yang Saya sampaikan to the point, menghindari pemaparan yang bertele-tele. Walaupun Saya tidak yakin pada saat ujian Saya akan bertele-tele dihadapan dosen pembimbing dan dosen penguji. Tapi yang pasti Saya akan menghindari pemaparan dengan cara seperti itu.

Pada Hari H

Saat itu menunjukan pukul 08.00, Saya sudah berada di gedung JTETI. Saya sudah datang dengan segala perlengkapan, dari Laptop, Naskah, Dasi, hingga kamera DSLR yang Saya gunakan sebagai media perekam saat Saya mempresentasikan hasil penelitian Saya. Pukul 09.00, Saya memasuki ruang ujian dan ditemani oleh rekan-rekan satu angkatan dan salah seorang mahasiswa Fast Track (Program Pendidikan S1-S2 dilakukan secara paralel). Hingga akhirnya Bapak Lukito memasuki ruangan ujian. Berselang 10 menit kemudian bapak Widyawan datang dan mengambil posisi hampir berhadapan, di depan Saya.

Sebelumnya Saya sudah mengetahui bahwa bapak Teguh Barata Adjie tidak akan hadir untuk menguji Saya. Hal ini teradi karena beliau sedang mengikuti International Conference di Turki. Sesaat kemudian, pengelola S2 datang dan memberitahukan bahwa bapak Insap tidak bisa menguji Saya, karena beliau akan menguji mahasiswa Program S3. Setelah berdiskusi, akhirnya Bapak Lukito meminta Bapak Widyawan memulai Ujian Pra Pendadaran. Kegiatan tetap dilaksanakan walaupun dalam keadaan tanpa penguji. Menurut informasinya, Bapak Insap akan digantikan oleh Ibu Indriana Hidayah. Alhamdulillah saat mempresentasikan naskah, ibu Indriana datang dan siap untuk menguji Saya. Bagi Saya keadaan sangat lumrah karena semua dosen yang terlibat untuk ujian pra pendadaran Saya adalah Orang-orang penting dilingkungan JTETI yang sewaktu-waktu harus melaksanakan tugasnya.

Jadilah Saya mempresentasikan hasil penelitian Saya dihadapan 3 orang dosen. Ujian pra pendadaran tersebut telah dilengkapi dengan demo (hasil penelitian) dan tanya jawab. Waktu ujian pun berkisar antara 1 jam 15 menit-an.

Jujur, awal ujian Saya merasakan kegugupan, mungkin sedikit pucat. Namun kedaan itu tidak bertahan lama hingga akhirnya Saya mampu mengendalikan diri dan kembali ke track yang “menurut” Saya seharusnya. Hasilnya, semua yang Saya sampaikan menjadi lebih baik dan mengalir sesuai harapan. Semua pertanyaan yang diajukan, bisa Saya jawab dengan maksimal (menurut Saya), dan Saya juga melihat wajah antusias dari semua dosen yang mengikuti ujian tersebut (sangat subjektif :D (Narsis)).

Hingga akhir ujian selesai, Saya merasakan kebahagian yang luar biasa. Saya tidak menyangka telah berjalan sejauh ini. Saya juga senang mendapat tanggapan yang baik dari semua dosen yang hadir di ujian tersebut. Bagaimanapun ini belum berakhir. Saya masih menyisakan satu ujian Pendadaran yang merupakan ujian akhir (Sidang) untuk menyelesaikan pendidikan S2 di JTETI UGM, bergelar M.Eng. InsyaAllah bulan depan, mohon doanya.

Terimakasih teruntuk semua yang terlibat dalam penelitian Saya :

  1. Bapak Widyawan, S.T., M.Sc., Ph.D (Pembimbing)
  2. Bapak Ir. Lukito E. Nugroho, M.Sc., Ph.D (Pembimbing)
  3. Ibu  Indriana H, S.T., M.T (Penguji)
  4. Bapak  Ir. Insap Santosa, M.Sc., Ph.D (Izin Ruangan Riset)
  5. Bapak Teguh Bharata Adji, S.T., M.T., M.Eng., Ph.D (Pernah berdiskui tentang MD)
  6. Bapak Dr. Ridi Ferdiana, S.T., M.T (Saya berdiskusi tentang WS dengan beliau)
  7. Bapak Bimo Sunarfri Hantono, S.T., M.Sc (Diskusi tentang sistem dan Riset Grup)
  8. Mas Jafilun (Menyiapkan domain untuk sistem Saya, dan mengatur IP Camera di beberapa tempat)
  9. Mas Heru (Mengatur IP Camera di labor bapak Dr.Eng Risanuri H, M.Sc)
  10. Teman-teman Common Room Angkatan 2010 (The Best Discussion Group ever I had)
  11. Pihak-pihak lain yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu..

Isaninside -2012

Share :
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Twitter
  • Google Bookmarks
  • Google Buzz
  • RSS
  • Technorati
  • Add to favorites
  • email
  • MySpace
  • Plurk

Tentang Isaninside - Muhammad Ihsan Zul

Isaninside - Muhammad Ihsan Zul, Seorang suami dari Rizka Irma Septiani dan bekerja sabagai Dosen di Politeknik Caltex Riau (PCR). Lulusan Pendidikan Teknik Elektronika FT UNP [Padang] tahun 2009 dan menyelesaikan pendidikan Pasca Sarjana di UGM tahun 2012. Ilmu untuk dibagi bukan dipamerkan. Let's Share!
Bookmark and Share Subscribe

5 Responses to “Sekelumit Kisah Pra Pendadaran”

  1. Selamat Bung. Saya turut gembira dan amat senang memperoleh pencerahan yang amat berharga. Terima kasih.

    Reply
  2. rahmad 21/05/2013

    wah tesisnya hampir sama dengan tempatku nih..cuman kayaknya komplek tempat bapaknya..Selamat ya

    Reply
    • Thanks mas rahmad.. sepertinya rumit itu karena kita belum memahaminya mas.. Sama-sama mas, selamat dan sukses dengan tesisnya

      Reply
  3. whuoo.. selamat mas.. udah lulus s2 brok.. btw kok namanya pendadaran.. saya pas pertama kali baca judul saya sangka terkait telor atau apa gitu. hehe

    sukses ya mas

    Reply

Tinggalkan komentar