Home » Opini, S2 JTETI UGM » Perjalanan Tiga Hari yang Mengesankan

Tulisan ini Saya tulis setelah mengikuti kuliah lapangan New and Renewable Energy S2 Reguler Teknik Elektro dan Teknologi Informasi. Kuliah lapangan ini dilakukan dengan berkunjung ke sebuah desa di kabupaten Subang, Jawa Barat. Desa itu bernama desa Cinta Mekar kecamatan Sagalaherang. Nb: Sagalaherang berarti segala bening.

New and Renewable Energy, itulah nama mata kuliah-nya. Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, bisa berarti Energi Baru dan Terbarukan. Memang matakuliah ini membahas segala macam energi yang dapat dimanfaatkan dari lingkungan yang dimiliki. Saya memang tidak mengikuti matakuliah ini secara resmi. Akan tetapi, dalam beberapa kesempatan Saya sempat mengikutinya “secara tidak formal” atau lebih tepatnya tidak disengaja. Hal ini terjadi karena ruangan tempat berkumpulnya Mahasiswa S2 bersebelahan dangan ruangan tempat matakuliah ini diselenggarakan. Sekat yang membatasi kedua ruangan itu hanya sebuah dinding semi permanen. Dinding yang tidak 100%  memisahkan kedua ruangan. Karena tinggi dinding tersebut hanya setengah kali tinggi ruangan.

Kondisi ruangan ini membuat Saya tidak sengaja merekam pembicaraan dan perkuliahan yang dilakukan oleh kelompok New and Renewable Energy. Memang menarik, walaupun Saya fokus ke sebuah bacaan atau sedang ber-facebookan, beberapa poin pembicaraan sempat Saya tangkap dengan baik. Seperti bekerja secara paralel, yang didepan mata dikerjakan, dan informasi luar tetap ditangkap.

Mata kuliah ini diampu oleh Bapak Suharyanto Haru, Salah satu Dosen JTETI UGM yang bertitel Dr. Eng, Lulusan Jepang. Satu hal yang menarik dari matakuliah ini, yaitu kuliah lapangan. Perkuliahan yang dilaksanakan dengan mengunjungi salah satu PLTMH, atau Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro. Pembangkit listrik yang menghasilkan tegangan yang skalanya lebih kecil dari PLTA pada umumnya. PLTMH biasanya dibuat dengan memanfaatkan kondisi lingkungan, adanya sungai yang mengaliri lingkungan atau desa. Tenaga air inilah yang dikonversi menjadi energi listrik yang mampu mengaliri rumah-rumah disekitar. Turbin yang digunakan pun tidak sebesar PLTA pada umumnya, jauh lebih kecil.

PLTMH yang kami kunjungi bernama PLTMH Cinta Mekar. Kepemilikian PLTMH ini sangat menarik untuk disimak. 50 % Saham PLTMH dimiliki oleh seseorang Enterprenur, Bapak Iskandar Kuntoadji. 50 % lainnya dimiliki oleh Koperasi Desa dan sebuah perusahaan (Saya lupa) yang membantu dalam merealisasikan PLTMH ini. Kepemilikan inilah yang membuat kehidupan Desa Cinta Mekar menjadi desa mandiri. Desa yang mampu memanfaatkan potensi lokal melalui PLTMH. Listrik PLTMH ini dijual ke PLN, dan hasil penjulan listrik inilah yang menjadi salah satu penghasilan utama desa, dengan kata lain Pendapatan Desa. Pendapatan ini telah digunaan untuk berbagai keperluan desa, seperti menggaji kepala desa (mengutip ucapan Pak Iskandar), membantu perbaikan infrastruktur desa, beasiswa anak-anak Desa Cinta Mekar dan lain sebagainya.

Sangat menakjubkan, itulah ungkapan Saya saat mendengar pemaparan yang disampaikan Pak Iskandar. Saat itu beliau sempat menyajikan beberapa presentasi yang sangat memotivasi. Presentasi itu disampaikan disebuah rumah, yang menurut asumsi Saya adalah rumah Beliau. Rumah yang memiliki sebuah ruangan yang sepertinya digunakan untuk rapat, atau mungkin digunakan untuk menjamu setiap organisasi, instansi atau kelompok tertentu yang mengadakan studi banding ke PLTMH Cinta Mekar. Ruangan tersebut  dilengkapi sarana penunjang presentasi, seperti LCD proyektor, Laptop, internet, sound sistem dan lain sebagainya. Besar dan sangat sejuk.

Kata Motivasi, barangkali inilah yang menjadi titik tolak Saya sehingga memberikan kata “mengesankan” untuk judul tulisan ini. Presentasi yang disampaikan merupakan sebuah konsep hidup yang harus dimiliki oleh setiap manusia. Presentasi ini berhubungan dengan kata Enterpreneurship. Jiwa yang harus dimiliki oleh setiap orang, atau bisa disebut dengan jiwa bisnis. Menurut beliau, ada 2 macam bisnis  yang sangat bertolak belakang aplikasinya. Social Bussines dan Commercial Bussines. Apa yang membedakan kedua bisnis ini secara signifikan? Beliau memberikan nama Personal Desire untuk Commercial Bussines dan Social Empathy untuk Social Bussines.

Personal Desire menjadi selah satu tujuan pribadi seseorang, atau bisa disebut dengan nama kenginan/nafsu pribadi. Sedangkan Social Empathy merupakan sebuah rasa empati sosial yang dimiliki oleh seseorang setelah melihat lingkungan disekelilingnya. Seseorang yang cenderung mementingkan kepentingan pribadinya tanpa memperhatikan akbiat perbuatannya terhadap orang lain, berarti memliki nilai Personal Desire yang tinggi. Perlu dicatat, sejahat-jahatnya orang seperti ini masih memiliki perasaan empati, walaupun hanya sedikit sekali. Sebaliknya, orang memiliki nilai Social Empathy yang tinggi akan terlihat memiliki perasaan yang lebih baik dan lebih peka terhadap sesamanya. Semua yang dilakukan cenderung tidak mengharapkan apa-apa (sincerity), kecuali membuat orang disekelilingya senang dan bahagia. Semua yang dikerjakan selalu dikembalikan ke hati nurani (Heart) dan Al-Quran serta Hadist pedoman utamanya

Sedikit pengertian diatas mengingatkan Saya tentang arti hidup. Berada dimanakah kita saat sekarang ini? Seberapa besar nilai Personal Desire kita? Apakah berimbang dengan rasa Social Empthy?  Apakah kita tidak pernah berfikir kalau setiap tindakan dan keputusan yang kita lakukan akan berakibat kepada orang lain? Bagaimana kita meminimalisir kesalahan? Barangkali jawabannya dikembalikan ke diri sendiri. Silahkan nilai dan silahkan renungkan, apakah kita akan menjadi orang dengan jiwa Personal Desire yang lebih tinggi dibanding jiwa Social Empathy.

Bagi Saya, hidup adalah semua yang dilakukan berguna bagi orang lain, tulus dan ikhlas. Semoga Allah memudahkan jalan untuk mencapai itu dan menjauhkan saya dari sifat sombong. Amiin.

Itulah sedikit cuplikan kegiatan yang mengesankan dan sungguh sangat memotivasi Saya pada saat itu. Sebenarnya masih banyak materi yang menurut Saya pantas kita pelajari dan selanjutknya kita renungkan. Materi yang bermanfaat bagi orang-orang yang ditinggikan derajatnya ketika memegang kekuasaan dan menjadi seseorang pembuat kebijakan. Kapan saatnya kita berfikir da bertindak untuk orang lain tanpa harus saling bertentangan argumen dan janji-jani konyol yang tidak kunjung ada realisasinya. Dunia dengan berbagai macam kepentingan. Kepentingan yang hanya ditujukan untuk kelompok, partai, organiasi dan lain-lain, bukan untuk bersama. Semoga semua perdebatan dibalik panggung yang bernama “politik” bisa musnah dan berganti dengan makna “politik” yang seharusnya. Bermanfaat untuk kesejahteraan bersama.

Satu pertanyaan yang Saya ajukan pada saat itu, dan pertanyaan yang menurut Saya konyol karena tidak menyentuh esensi dari materi yang disampaikan. Pertanyaan itu adalah “kenekatan Saya untuk memiliki slide persentasi tersebut, itu saja”. Alhamdulillah Saya sudah mendapatkannya sekarang.

Wassalam. Isaninside – Juni 2011

Share :
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Twitter
  • Google Bookmarks
  • Google Buzz
  • RSS
  • Technorati
  • Add to favorites
  • email
  • MySpace
  • Plurk

Tentang Isaninside - Muhammad Ihsan Zul

Isaninside - Muhammad Ihsan Zul, Seorang suami dari Rizka Irma Septiani dan bekerja sabagai Dosen di Politeknik Caltex Riau (PCR). Lulusan Pendidikan Teknik Elektronika FT UNP [Padang] tahun 2009 dan menyelesaikan pendidikan Pasca Sarjana di UGM tahun 2012. Ilmu untuk dibagi bukan dipamerkan. Let's Share!
Bookmark and Share Subscribe

9 Responses to “Perjalanan Tiga Hari yang Mengesankan”

  1. riska irma 09/06/2011

    cerita yang inspiratif bgt hn..
    kolaborasi yang hebat Pak Budisaroso Kuntoadji bersama istrinya ibu Tri Mumpuni serta IBEKA-nya berjuang mengentaskan kemiskinan menghidupkan perekonomian pedesaan melalui pembangunan pembangkit listrik mikrohido…

    Reply
    • To : MyHn

      Iya hn, begitulah mereka memaknai hidup.. jadi sangat memotivasi.. saatnya buka mata, hati dan pikiran hn…

      Reply
  2. Alief Rakhman Mukhtar 10/06/2011

    sip.. tulisan yang inspiratif, penuh makna, perlu ditiru ^^

    Reply
  3. 65515 14/07/2011

    Kayak Laskar Pelangi san….cerita dan perjalanan yang menarik….

    Reply
  4. Ieiel 15/07/2011

    menarik……pengalamnnya……hikmah yg bisa saya petik dari tulisan ini adalah jgn egois,,,,tingkatkan rasa peduli terhadap sesama…………..^_^

    Reply
    • to : ieiel

      Ya bener sekali, itulah sejatinya manusia, semoga kita bisa mengimplemntasikannya. Thx sudah berkunjung

      Reply
  5. Ivan 21/03/2016

    Minta tolong mas, apakah ada nomor telepon pengurus pltmh cinta mekar dan alamatnya.

    Terima kasih.

    Reply

Tinggalkan komentar