Home » S2 JTETI UGM » Affordance dan Metaphor dalam Interaksi Manusia dan Komputer (1)

Tulisan ini adalah rangkuman dari beberapa jurnal, buku dan penelitian yang berhubungan dengan kajian Affordance dan Metaphor. Kajian yang dibahas di bidang ilmu Human and Computer Interaction atau Interaksi Manusia dan Komputer.

Interaksi Manusia dan Komputer (IMK) merupakan salah satu bidang ilmu yang menitik beratkan kajiannya ke berbagai interaksi yang terajadi antara manusia dengan komputer. Interkasi manusia dan komputer muncul ketika seorang pengguna menggunakan komputer. Pengguna melakukan perintah input yang selanjutnya diterima dan diproses oleh komputer. Perintah input ini menghasilkan berbagai macam hasil interaksi sesuai dengan perintah input yang dilakukan pengguna. Hasil interaksi dalam bentuk output menandakan terjadi interaksi balasan yang dilakukan semenjak pengguna mengirimkan perintah dari perangkat input komputer. Kegiatan ini dilakukan secara terus-menerus dan membentuk sebuah dialog antara manusia dengan komputer. Bentuk dialog seperti ini kemudian dikategorikan ke dalam sebuah disiplin ilmu yang dikenal dengan nama Interaksi Manusia dan Komputer (Santoso, 2009)  atau juga dikenal dengan nama Human and Computer Interaction.

Kajian IMK dipengaruhi oleh beberapa aspek, aspek manusia dan aspek komputer. Aspek lainnya yang memegang peranan penting adalah aspek lingkungan. Aspek lingkungan menjadi penting karena pola interaksi yang dilakukan seharusnya terjadi di dalam suatu keadaan yang nyaman dan aman. Sehingga aspek lingkungan adalah salah satu aspek penting dalam kajian IMK. Ketiga aspek ini kemudian dikenal dengan sebutan ergonomik (Santoso, 2009). Ketiga aspek ini memiliki tingkat keterkaitan yang tinggi. Mustahil terjadinya IMK jika tidak menggunakan perangkat yang didefinisikan sebagai komputer. Begitu juga untuk perangkat-perangkat lainnya.

Ketika berinteraksi dengan komputer, manusia disuguhi sebuah tampilan yang dikenal dengan nama antarmuka atau interface. Interface dalam kajian IMK tidak selalu menunjuk sebuah tampilan perangkat lunak, tetapi juga terkait dengan bentuk dan tampilan perangkat keras yang digunakan manusia selama berinteraksi dengan komputer. Seperti mouse, keyboard, layar monitor dan lain-lain. Bagi pengguna yang baru pertama kali menggunakan komputer, barangkali mereka akan mengalami banyak kendala ketika menggunakan perangkat keras tersebut. Hal itu dapat terjadi karena mereka belum mengenal teknik dan cara penggunaan perangkat tersebut. Keadaan akan semakin sulit ketika mereka samasekali belum pernah melihat pengguna lain menggunakan perangkat yang dimaksudkan. Keadaan ini menyimpulkan bahwa pengguna tersebut belum memiliki model mental terhadap perangkat komputer itu. Tujuan IMK adalah menemukan jalan agar manusia memiliki kemampuan intuitif yang baik terhadap sebuah perangkat (Icon Logic). Intuitif merupakan kemampuan untuk mengetahui dan merasakan apa yang akan terjadi. Jika didekatkan dengan kajian ini, kemampuan intutif berarti kemampuan untuk mengetahui dan merasakan bagaimana cara menggunakan sebuah perangkat atau antarmuka. Kemampuan intuitif inilah yang mengantarkan manusia mengenal secara tidak langsung tentang cara menggunakan perangkat tersebut. Bagaimana mereka bisa mengenalnya? Sebagai contoh, proses pengenalan bisa saja terjadi ketika pengguna melihat adanya benda yang menyerupai tombol (tombol keyboard). Tombol yang biasa mereka kenal ketika menghidupkan lampu rumah. Intusi mereka mengatakan bahwa tombol tersebut akan berfungsi ketika ditekan. Melalui pendekatan inilah pengguna paham dengan cara menggunakan keyboard. Paham dalam artian secara langsung setelah melihat karakteristik tampilan dari keyboard. Hal ini terjadi karena keyboard memliki tombol menyerupai sakelar lampu atau bel rumah. Keadaan ini kemudian dikenal dengan nama affordance.

Penelitian yang dilakukan McGrenare dan Ho (2000), menjelaskan bahwa istilah affordance pertama kali diperkenalkan oleh seorang peneliti yang bernama Gibson. Gibson merupakan seorang ahli yang karir akademiknya terfokus kekajian persepsi secara visual. Dasar definisi affordance yang dijelaskan Gibson, diperkenalkan kembali oleh Norman. Norman mengaitkannya istilah ini ke kajian IMK. Menurut Norman (1990), affordance menunjuk tentang karakteristik fisik perangkat atau antarmuka yang memungkinkan cara perangkat atau antarmuka itu digunakan. Secara lebih jauh, kajian affordance akan dibahas pada tulisan kedua (2) di blog ini. Tulisan ketiga (3) terdiri dari beberapa sub-bagian yang berupa pengertian affordance menurut ahli dan pengaruh affordance dalam perancangan perangkat dan antarmuka.

Selain istilah affordance, dalam kajian IMK juga dikenal istilah metaphor atau metaforik.  Menurut Santoso (2009), metafor dalam konteks antarmuka  dan perencangan interaksi berarti metafor visual, yaitu gambar yang digunakan untuk menyajikan sebuah maksud atau atribut tertentu dari sebuah benda. Penyajian dapat dilakukan dalam bentuk lain, seperti menggunakan simbol. Menurut Weidmann (2004) dalam penelitiannya yang berjudul Metaphors, Conceptual Models and Evolutionary Epistemology, menjelaskan tentang istilah metaforik. Istilah yang di dekatkan dengan IMK. Menurut penelitian ini, istilah metaforik memiliki sejarah yang panjang dalam kajian IMK. Masa depan dan karakterteristik metaforik masih menjadi sebuah topik yang diperdebatkan. Keadaan ini terjadi karena perkembangan dan perubahan teknologi komputer yang begitu cepat. Sistem komputer telah berubah menjadi sebuah sistem yang terdistrbusi, dimana-mana, VR dan lain sebagainya. Sehingga tidak ada model yang pasti yang dapat digunakan sebagai patokan metaforik perancangan sebuah perangkat dan antarmuka.

Kajian yang membahas tentang istilah metaforik/metaphor akan dijelaskan pada tulisan ketiga (3). Tulisan ketiga akan dibagi ke dalam beberapa sub-bagian. Terdiri dari, pengertian metaphor menurut ahli dan pengaruhnya.

Masih berlanjut….

Isaninside, Yogyakarta 2011

Share :
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Twitter
  • Google Bookmarks
  • Google Buzz
  • RSS
  • Technorati
  • Add to favorites
  • email
  • MySpace
  • Plurk

Tentang Isaninside - Muhammad Ihsan Zul

Isaninside - Muhammad Ihsan Zul, Seorang suami dari Rizka Irma Septiani dan bekerja sabagai Dosen di Politeknik Caltex Riau (PCR). Lulusan Pendidikan Teknik Elektronika FT UNP [Padang] tahun 2009 dan menyelesaikan pendidikan Pasca Sarjana di UGM tahun 2012. Ilmu untuk dibagi bukan dipamerkan. Let's Share!
Bookmark and Share Subscribe

4 Responses to “Affordance dan Metaphor dalam Interaksi Manusia dan Komputer (1)”

  1. sando 05/10/2011

    trima kasih..sangat membantu

    Reply
  2. Andi 04/11/2014

    wah, bisa jadi bacaan imk. makasih pak.. (y)

    Reply
  3. christianto 02/11/2015

    gan bisa minta jurnal aslinya g gan agar saya bisa mengerjakan tugas

    Reply

Tinggalkan komentar