Home » S2 JTETI UGM » Dari Sebuah Topik untuk Sebuah Judul (3)

Pada tulisan sebelumnya, Saya menjelaskan beberapa upaya yang dilakukan dalam memilih sebuah topik yang akan dijadikan sebagai kajian Tesis. Topik yang Saya pilih pada saat itu adalah Web-based Building Control, atau pengontrol bangunan berbasis web.

Berdasarkan presentasi dan pemaparan yang disampaikan oleh dosen pembimbing, kajian ini bisa dipecah menjadi beberapa bagian yang lebih kecil. Pecahan kajian ini terdiri dari jenis node dan teknologi WSN yang akan digunakan, Jembatan komunikasi yang menhubungkan WSN dengan jaringan Internet dan yang terakhir “Web service” yang dipilih dalam mengimplementasikan penelitian ini. Kesepakatan menggunakan topik ini Saya peroleh setelah ber-aliansi dengan Bapak Budi Nugroho dan Bapak Sapto Nugroho (Solo Group, dengan marga Nugroho – begitu kami menamainya). Kami sepakat untuk menggunakan topik tersebut dan mengambil salah satu kajian yang berhubungan dengan tiga pecahan topik yang ditawarkan. Pada saat itu Saya dengan “berani” menawarkan diri untuk mengambil bagian “kind of web technology is needed (Web-Services/P2P)”. Inti kajian ini adalah jenis teknologi web yang akan digunakan, apakah menggunakan web-services atau peer to peer.

Setelah memilih topik itu, Saya memanfaatkan waktu luang dengan mengumpulkan berbagai macam buku, paper, jurnal dan prosiding yang berhubungan dengan web-services. Entah kenapa Saya lebih memilih menggunakan web-services daripada P2P. Secara pasti Saya memutuskan untuk mengambil kajian itu tanpa memperhatikan kajian P2P yang telah ada. Hasil eksplorasi Saya menghasilkan sejumlah besar paper penelitian yang berhubungan dengan layanan web yang diterapkan untuk Jaringan Sensor Nirkabel. Kajian ini masih sangat luas, sehingga membutuhkan waktu yang lumayan lama untuk merumuskan sebuah topik yang fokus ke salah satu teknologi yang digunakan.

Contohnya, jika berbicara tentang bagaimana menghubungkan jaringan sensor nirkabel dengan jaringan internet, Saya menemukan banyak penelitian yang telah didokumentasikan dan terkait dengan riset di bidang ini. Penelitian yang dilakukan oleh Dunkels dkk (2004), menjelaskan tentang tiga cara yang mungkin dilakukan. Cara-cara tersebut antara lain, menggunakan Server Proxy, menggunakan DTN (Delay Tolerant Protocol) dan yang terakhir mengimplementasikan langsung TCP – IP ke node yang digunakan. Setelah membaca beberapa paper lain yang terkait, ternyata penelitian yang dilakukan Dunkels dkk ini menjadi salah satu kajian dasar untuk komunikasi antara Jaringan Sensor Nirkabel dengan Internet (Protokol TCP – IP). Jika menggunakan ini, berarti Saya akan sangat kesulitan dengan keaslian penelitian yang akan Saya cantumkan di dalam proposal penelitian. Selanjutnya perlu dilakukan kajian yang lebih dalam terhadap topik ini. Let’s thinking!

Selanjutnya Saya bergerak maju ke paper penelitian lain yang mungkin memanfaatkan salah satu kajian yang dipaparkan Dunkels dkk. Hasilnya Saya menemukan sebuah paper yang menjelaskan tentang web-services dengan menerapkan SOA (Service Oriented Architecture) di dalamnya. Kata kunci baru Saya dapatkan, yaitu SOA. Saya pun menelusuri beberapa penelitian yang berhubungan dengan SOA. Ada beberapa paper yang sangat menarik pada saat itu, paper pertama adalah penelitian Sleman dkk (2008) [Sleman bukan kabupaten di Jogja, itu adalah nama penelitinya] paper yang membahas tentang stack/susunan protokol DPWS yang mereka kenalkan, paper penelitian Castellani dkk (2010) yang menggunakan konsep IoT (Internet of Things) dalam penelitian WSNs yang dikerjakannya, paper ketiga tentang pengaruh WSNs dengan pola komunikasi antara dunia nyata dengan dunia virtual (terkait dengan Dil@C Project) karya Malataras (2008), dan beberapa paper lain yang kajiannya lebih spesifik ke arah pertukaran data antara JSN dengan Jaringan Internet (TCP – IP).

Wah! Surprise rasanya! Ternyata sesuai dengan yang disebutkan oleh Al-Qur’an “Iqra”, bacalah! Akhirnya Saya menemukan sebuah simpul kecil yang dapat Saya tarik dan menjadi sebuah pemahaman baru di bidang yang akan Saya geluti. Membaca sebuah paper melemparkan Saya untuk membaca paper yang lainnya. Tanpa disengaja, Saya telah membaca sejumlah paper terkait dengan riset yang akan Saya lakukan. Ada sebuah kata kunci baru yang membuat Saya tertarik untuk menggunakannya. Kata kunci itu adalah SOAP. SOAP adalah singkatan dari Simple Object Access Protocol. Protokol yang digunakan untuk mempertukarkan data antar jaringan yang berbeda platform. SOAP ini sangat mungkin digunakan untuk pertukaran data antara JSN dan TCP – IP. Berdasarkan penelitian yang dilakukan Sleman (2004) mereka menyebutkan kalau SOAP dapat digunakan sebagai jembatan penghubung antar protokol JSN dengan TCP – IP. Penelitian yang mereka lakukan tidak hanya menggunakan protokol SOAP, tetapi juga beberapa istilah baru yang membawa Saya untuk mengetahuinya lebih dalam. Istilah-istilah tersebut antara lain WSDL, UDDI, XML dan lain-lain.

SOAP pun Saya angkat menjadi isu yang paling penting dalam penelitian yang akan Saya lakukan. Sesuai dengan judul topik yang Saya ambil, Web-based Building Control, kajian ini mengarahkan Saya ke sebuah sistem yang digunakan untuk mengontrol bangunan. Saya memtuskan untuk membangun sistem tersebut dengan menggunakan teknologi SOAP. Sesuai dengan kajian paper penelitian yang Saya dalami.

Setelah menimbang-nimbang dan mereview kembali semua yang telah Saya baca, akhirnya Saya memutuskan untuk menetapkan sebuah judul. Judul tersebut adalah “Rancang Bangun Aplikasi Pemantau Rumah dengan Menggunakan Protokol SOAP”. Judul ini menitik beratkan kajian untuk penelitian yang behubungan dengan Pervasive Computing. Penelitian yang menerapkan WSNs dalam pengerjaannya. Penelitian Saya lebih banyak membahas kajian pertukaran data, rancang bangun aplikasi dan proses pengiriman data yang dilakukan oleh WSNs ke jaringan internet. Sangat jelas, protokol pertukaran data yang Saya gunakan adalah SOAP.

Konsentarsi selanjutnya adalah bimbingan. Pada saat itu Saya sempat berdiskusi dengan pembimbing. Bimbingan ini menghasilkan masukan tentang bahasa pemrograman yang akan digunakan. Beliau mengatakan bahwa semua penelitian yang berada di bawah naungan PMC Group menggunakan Java sebagai bahasa pemrograman utama. Wah! SURPRISE! Saya sadar dan sesadar-sadarnya kalau Java tidak familiar bagi Saya, mau tidak mau harus memulai belajar bahasa pemrograman ini dari nol. Setelah berdiskusi dengan teman-teman sesama grup, Saya tersadar untuk kesekian kalinya kalau yang akan belajar dari nol bukan hanya Saya, hampir semua anggota grup. Derita berjamaah, menderita dahulu, insyAllah ada berkah. Alhamdulillah masih banyak saudara yang senasib dengan keadaan yang sama parahnya dengan Saya. InsyAllah kami bisa!

Setelah semua paper dan konsep tesis yang akan dikerjakan dikumpulkan, Saya melanjutkannya dengan menuliskan proposal penelitian. Saya menyelesaikan proposal penelitian tersebut dalam waktu dua minggu. Lengkap dengan bimbingan yang dilakukan oleh Bapak Widyawan melalui email. Karena pada saat itu beliau sedang melakukan penelitian ke Belanda. Proposal tersebut telah Saya kirim dua hari sebelum deadline pengiriman proposal ditutup. Sejak saat itu Saya menunggu pengumuman hasil review proposal yang kami ajukan. Jawaban utama hasil review proposal hanya ada dua, karena untuk pengumuman ini hanya ada dua kata kerja yang akan menggunakan awalan “di”. DI-TERIMA atau DI-TOLAK.

Alhamdulillah lebih kurang 3 minggu setelah proposal dikirimkan, pengumuman pun dikeluarkan. Pada saat itu Saya termasuk ke dalam golongan orang-orang yang bersuka cita. Proposal diterima.

Itulah sekelumit kisah yang Saya lalui untuk mendapatkan sebuah judul Penelitian Tesis. Semoga semua yang Saya jalani menjadi berkah dan bermanfaat untuk pengunjung sekalian. Isaninside – Muhammad Ihsan Zul mahasiswa Pascasarjana JTETI UGM, kota pelajar Yogyakarta.

Share :
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Twitter
  • Google Bookmarks
  • Google Buzz
  • RSS
  • Technorati
  • Add to favorites
  • email
  • MySpace
  • Plurk

Tentang Isaninside - Muhammad Ihsan Zul

Isaninside - Muhammad Ihsan Zul, Seorang suami dari Rizka Irma Septiani dan bekerja sabagai Dosen di Politeknik Caltex Riau (PCR). Lulusan Pendidikan Teknik Elektronika FT UNP [Padang] tahun 2009 dan menyelesaikan pendidikan Pasca Sarjana di UGM tahun 2012. Ilmu untuk dibagi bukan dipamerkan. Let's Share!
Bookmark and Share Subscribe

Belum ada komentar... Jadilah komentator pertama!

Tinggalkan komentar