Home » Activities, Artikel, S2 JTETI UGM » Sebuah Pemahaman dari Paper Karya Mark Weiser, Ubiquitous Computing

Tulisan ini adalah sedikit pemahaman yang saya ambil setelah membaca jurnal yang berjudul “ Some Computer Science Issues in Ubiquitous Computing” karya Mark Weiser tahun 1993. Memang sudah lama, paper ini dikeluarkan ketika saya baru aktif bermain “tanah”. Jauh lebih lama lagi ketika penelitian ini dimulai tahun 1988. Penelitian ini mulai dikembangkan oleh Xerox Palo Alto Reserach Center (PARC). 1988 adalah tahun ketika saya baru berumur 1 tahun. Memang sudah sangat lama. Akan tetapi, penelitian ini dapat dijadikan framework dari penelitian-penelitian yang berhubungan dengan kajian Pervasive Computing, dimana pada paper ini istilah Ubiquitous Computing diperkenalkan.

Paper ini menjelaskan sebuah kajian baru yang sangat futuristik pada saat itu (1993). Sebagian kita mungkin tidak akan menyangkal, jika hingga saat ini kita hanya menyadari komputer bekerja sesuai perintah kita. Beberapa tahun yang lalu, telah dikembangkan sebuah sistem yang bekerja sebaliknya. Sadar atau aware dengan manusia. Sistem ini telah dikembangkan oleh Xerox PARC tahun 1988. Sistem yang bekarja sebagai “personal locator” di laboratorium penelitian mereka. Sistem komputer inilah yang dikaji dan diteliti pada paper ini.

Secara pribadi saya tidak akan membantah jika di sana sini terdapat beberapa pemahaman yang melenceng dari maksud jurnal. Saya juga mengalami beberapa masalah ketika mencoba memahami  maksud dari paper tersebut. Sebagai pemula, Saya membuka diri untuk koreksi jika terjadi kesalahan pemahaman di dalam tulisan ini.

Some Computer Science Issues in Ubiquitous Computing

Penelitian mengenai Ubiquitous Computing ini dilakukan oleh Xerox Palo Alto Reserach Center tahun 1988. Penelitian mengkaji beberapa subdisiplin ilmu yang berpengaruh dalam pengembangan sistem Ubiquitous Computing yang mereka lakukan. Metode penelitian yang dilakukan adalah metode penelitian eksperimental. Penelitian ini mencoba menciptakan perangkat yang bisa digunakan dalam pengembangan sistem Ubicom (Ubiquitous Computing), sistem personal locator. Ide penelitian muncul setelah menyikapi peran komputer pada saat itu. Komputer hanya digunakan ketika diperintah, atau dengan istilah “aware ketika diperintah”. Nah, atas dasar itu, para peneliti PARC ingin menciptakan keadaan yang sebaliknya. Komputer yang “aware dengan manusia”. Sistem yang akan dikembangkan bertujuan untuk mendeteksi keberadaan seseorang yang menggunakan perangkat tersebut di laboratorium penelitian mereka.

Langkah penelitian yang mereka lakukan aalah dengan menciptakan perangkat-perangkat prototipe yang akan digunakan sebagai pendetaksi keberadaan. Perangkat-perangkat tersebut dikategorikan sebagai komputer portable, dan multifungsi. Selanjutnya, perangkat-perangkat tersebut diuji dan dikembangkan berdasarkan enam subdisplin ilmu komputer yang mereka anggap sangat berperan dalam penelitian tersebut.

Ada tiga prototipe yang telah dibuat oleh PARC. Ketiga prototipe itu antara lain Liveboard, Pad dan Tab. Liveboard memiliki dimensi yang jauh lebih besar jika dibandingkan dengan Pad ataupun Tab. Liveboard sendiri digunakan di dalam ruangan sebagai media bantu presentasi, seperti halnya papan tulis putih. Karen ukurannya yang lumayan besar, maka perangat ini tidak digunakan dalam penelitian. Perangkat lainnya adalah perangkat yang digunakan sebagai perangkat portabel penelitian, Pad dan Tab.

Pad merupakan sebuah perangkat yang menyerupai komputer tablet. Pada saat ini perangkat ini menyerupai “IPAD”. Walaupun kemampuannya masih jauh jika dikomparasikan dengan Ipad, akan tetapi teknologi layar sentuh telah diterapkan ke dalam perangkat itu. Ukuran Pad relatif lebih besar, kira-kira sepanjang tangan orang dewasa, dari siku hingga permukaan tangan. Input dilakukan dengan menggunakan sebuah “pen” (pena) yang dirancang dan dikembangkan oleh PARC. Pen ini dirancang sesuai dengan kebutuhan Pad yang mereka buat. Sebenarnya teknologi Pen telah diciptakan oleh beberapa perusahaan lain pada saat itu. Namun pen-pen tersebut tidak dapat digunakan secara maksimal untuk Pad. Alasan inilah yang membuat PARC merancang sendiri Pen untuk Pad mereka. Kelemahan Pad terletak pada konsumsi daya yang dibutuhkan. Pada saat itu Pad tergolong boros baterai. Paper tersebut tidak menjelaskan secara jelas konsumsi daya yang dibutuhkan oleh Pad ini.

Perangkat selanjutnya adalah Tab. Tab memiliki dimensi yang jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan Pad. Panjangnya kira-kira 8-10 cm, dengan tebal kira-kira 3 cm (CMIIW). Teknologi layar sentuh masih diterapkan untuk Tab ini. Perangkat input yang digunakan masih menggunakan Pen. Perangkat ini sangat mudah dibawa. Sehingga perangkat ini bisa digunakan oleh masing-masing anggota Laboratorium sebagai perangkat Ubicom dalam penelitian ini.

Baik Pad maupun Tab, telah dilengkapi dengan teknologi jaringan nirkabel, atau dikenal dengan nama wireless. Perangkat ini dapat digunakan berkomunikasi dan mengambil data sesuai dengan kemampuannya pada saat itu. Sistem operasi yang digunakanpun ditandai dengan nama “X-Windows”. PARC melakukan pengembangan secara kontinu terhadap dua perangkat ini. Pengembangan ini ditekankan pada sisi fitur, segi komunikasi nirkabel, konsumsi daya dan pengembangan lainnya.

Setelah membuat perangkat-perangkat tersebut, dilakukan kajian terhadap sistem Ubicom yang dirancang. Kajian ini menyangkut 6 subdisiplin ilmu di dunia Ilmu Komputer. Subdisplin ini mencakup Komponen Hardware, Protokol Jaringan, Interaksi Subtrat (Surface Display), Aplikasi, Kerahasiaan Lokasi, dan Metode Komputasi.

Komponen Hardware

Pada penelitian ini, kajian ditekankan pada tiga poin penting, yaitu “low power” (menyangkut konsumsi daya), Wireless Network (Jaringan Nirkabel) dan Pena (sebagai perangkat input). Untuk konsumsi daya, perangkat-perangkat tersebut dipasangi chip terbaru yang dikembangkan sendiri, perangkat ini ditujukan untuk mereduksi proses komputasi dan memaksimalkan penggunaan daya secara efektif pada saat itu. Jaringan dikembangkan dengan menggunakan teknologi nirkabel atau wireless. Jaringan ini nanti akan terkait dengan pengembangan teknologi perangkat keras jaringan. Perangkat ini nantinya ditanamkan ke dalam perangkat.

Perangkat lain yang terkait dengan komponen Hardware adalah pembuatan perangkat pena sebagai perangkat input. Perangkat ini dikembangkan dengan menggunakan teknologi infra merah. Perangkat ini digunakan selayaknya pena. Perangkat ini digunakan untuk menulis dan memberikan perintah masukan melalui layar Tab dan Pad. Pada saat itu telah diterapkan teknologi layar sentuh sensitif pada layar Tab dan Pad. Sehingga perintah bisa langsung dilakukan melalui interaksi pada layar Tab dan Pad.

Protokol Jaringan

Protokol jaringan yang digunakan adalah pengembangan dari teknologi yang diterapkan oleh MACA (Multiple Acces with Collision Avoidence). MACA dimodifikasi dan disesuaikan dengan kebutuhan Tab dan Pad.

Interaksi Subtrat

Tab dan Pad memiliki layar yang digunakan sebagai perangkat display dan sekaligus sebagai perangkat masukan (input). Layar yang digunakan pada dua perangkat ini memiliki keterbatasan luas. Keterbatasan ini ditanggulangi dengan sistem operasi yang ditanamkan pada perangkat.

Aplikasi (Application)

Kedua perangkat ini digunakan dalam menerapkan teknologi Personal Locator yang dikembangkan oleh PARC. Perangkat ini dipasangi pendeteksi yang selalu berkomunikasi dengan server yang dipasang pada sebuah bangunan. Perangkat ini secara hop to hop melakukan komunikasi dan mametakan lokasi secara dinamis. Pemetaan ini dilakukan secara dinamis, sehingga posisi seseorang yang memgang perangkat tersebut dapat diketahui secara dinamis. Penerapan sistem inilah yang menggunakan filosofi komputer yag aware dengan manusia. Aware dengan keberdaan manusia dan menampilkannya posisi seseorang yang menggunakan perangkat tersebut. PARC telah melakukannya.

Privasi (Kerahasiaan) Lokasi (Privacy of Location)

Pengembangan sistem server terpusat sangat membantu dalam menjaga informasi yang bersifat pribadi. Tindakan ini sangat membantu dalam mengatur kerahasiaan lokasi seseorang secara pribadi. Tindakan ini dimaksudkan agar seseorang yang tidak menginginkan keberadaanya diketahui oleh orang lain dapat mengatur pengaturan posisi mereka. Apakah invisible atau tidak.

Metode Komputasi (Computational Method)

Semakin kompleks komputasi yang dilakukan, maka semakin besar daya yang dibutuhkan. Oleh karena itu perlu dikembangkan sebuah algoritma komputasi handal dalam mengelola sistem. Teknologi lain yang dikembangkan untuk mereduksi proses komputasi adalah dengan mengembangkan kompresi RAM (Random Acces Memory). Pengembangan ini dilakukan untuk meningkatkan kompresi RAM pada bagian cache. Sehingga konsumsi daya pada saat dioperasikan bisa diminimalkan.

Itulah enam subdisiplin ilmu yang menjadi perhatian dalam penelitian Ubicom yang dikembangkan oleh PARC ini. Dari uraian terebut, peneliti menyebutkan hasil-hasil penelitian ini. Hasil-hasil tersebut antara lain sebagai berikut.

  • PARC membuat perangkat/alat yang digunakan sebagai acuan untuk kajian Ubicom, khususnya dalam kajian personal locator.
  • Untuk kasus tertentu, perangkat tersebut bisa bekerja optimal, dan kasus lainnya tidak optimal.
  • Temuan ini dapat dikembangkan menjadi lebih baik dengan mengevaluasi kajian dispilin ilmu lainnya. Apakah itu kajian Sosioteknologi, Psikologi Manusia, Interaksi Manusia dan Komputer, Teknologi semikonduktor dan lain sebagainya.
  • Jika Penelitian ini dilanjutkan maka akan ditemukan kajian baru yang lebih banyak lagi untuk dipelajari (pada tahun 1993)
  • Penelitian ini bisa dijadikan sebagai Framework untuk penelitian-penelitian yang melibatkan Ubiquitous Computing.

Sekian sedikit pemaparan tentang jurnal “Some Computer Science Issues in Ubiquitous Computing” karya Mark Weiser. Silahkan berikan saran dan komentar terhadap tulisan ini. Isaninside – Jakarta Maret 2011.

Share :
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Twitter
  • Google Bookmarks
  • Google Buzz
  • RSS
  • Technorati
  • Add to favorites
  • email
  • MySpace
  • Plurk

Tentang Isaninside - Muhammad Ihsan Zul

Isaninside - Muhammad Ihsan Zul, Seorang suami dari Rizka Irma Septiani dan bekerja sabagai Dosen di Politeknik Caltex Riau (PCR). Lulusan Pendidikan Teknik Elektronika FT UNP [Padang] tahun 2009 dan menyelesaikan pendidikan Pasca Sarjana di UGM tahun 2012. Ilmu untuk dibagi bukan dipamerkan. Let's Share!
Bookmark and Share Subscribe

2 Responses to “Sebuah Pemahaman dari Paper Karya Mark Weiser, Ubiquitous Computing”

  1. Tanggapan saya setelah membaca tulisan tentang paper karya Mark weiser.
    0. Tulisan ini sangat menarik bagi saya, karena topik Ubiquitos Computing merupakan aspek yang memiliki nilai futuristik sehingga melebihi zamannya pada saat itu.
    1. Adanya perasaan tidak relefan dengan penggunaan komputer saat ini, dimana yang disebutkan tadi bahwa komputer bekerja setelah diperintah, bukan sebaliknya.Pada tahun 1993, mungkin penelitian ini menjadi sebuah hal yang spektakuler, karena menghubungkan kebutuhan manusia dengan perangkat komputer dimana komputer yang memegang peran penting untuk memberikan solusi terhadap kebutuhan manusia tsbt.
    2. Kurangnya penjelasan yang dipapakarkan oleh pihak narasumber, dalam hal ini abang sendiri atau Mark weiser sendiri. Karena saya melihat di sub alenia “Komponen Hardware” ada tulisan yang tidak menerangkan secara detail chip yang dimaksud untuk mereduksi penggunaan listrik yang berlebihan.
    3. Semoga pembaca yang memiliki kemampuan dan konsentrasi sesuai dengan pembahasan ini, dapat mengembangkan penelitian yang lebih inovatif demi kemajuan teknologi
    4. Terimaksih bang :)

    Reply
    • to : Arief

      Oke rif, makasih banyak alah berkomentar di tulisan ko. Semakin bertahan ingatan wak terhadap sesuatu jika selalu diulang-ulang dan dijadikan bahan diskusi. Nah dengan pertanyaan ko mungkin meingek-an abang baliak untuk memaparkan lebih jauh tentang pertanyaan yang Arif ajuan.

      Mungkin abang perlu menambahkan informasi lebih lanjut tentang pertanyaan yang arif ajukan pada poin kedua.

      Secara spesifik, penulis paper memang tidak menjelaskan lebih lanjut tentang chip yang digunakan. Namun ada 3 isu yang diangkat mengenai komponen hardware yang dikaji oleh paper ini. Ketiga isu itu telah abang sebutkan pada tulisan di atas (Low Power Computing, Low power Communication, dan pen devices). Untuk isu pertama, chip yang digunakan tidak disebutkan secara jelas, hanya disebutkan kalau pada saat itu low power belum diperhitungkan. Chip dengan performance (kinerja) yang cepat masih mendominasi pasaran, tanpa menghiraukan source power yang dibutuhkan oleh chip tersebut. Xerox PARC melakukan pendekatan dengan mengurangi frekuensi clocking pada chip dan meningkatkan teknologi pipelining dan teknik paralel computing.

      Hardware Wireless, mereka mendesain dan membangun radio (komunikasi wireless) sendiri. Radio ini memiliki spektrum elektromagnetik yang jangkauannya pendek. Lagi-lagi jenis perangkatnya tidak disebutkan, tetapi menggunakan teknologi seperti yang mereka sebutkan di atas. Sama halnya dengan pen devices, mereka juga tidak menjelaskan secara spesifik tentang perangkat keras yang mereka gunakan. Meraka hanya memparkan teknologi yang digunakan untuk perangkat keras tersebut, termasuk kemampuan perangkat tersebut setelah di uji cobakan dengan peralatan yang mereka ciptakan.

      Mungkin itu jawaban dari saya, sepertinya memang agak membingungkan. Kata dosen Abang “Semakin bingung malah semakin bagus”.. Semoga tertarik mengkaji kajian ini rif. Kajian ini dapat ditemukan dengan kata kunci lain seperti : Wireless Sensor Network (WSN/WSNs), Pervasive, Node, WSAN dan Intelligent Building, serta kata kunci lainnya yang tidak bisa abang sebutkan satu persatu.

      Semoga bisa bermanfaat. Thanks untuk kunjungannya.. Salam

      Reply

Tinggalkan komentar