Home » Artikel, Opini, S2 JTETI UGM » Sistem Informasi berdasarkan Dukungan kepada Pemakai
Sistem Informasi

Teknik Elektro UGM

Istilah sistem informasi merupakan istilah yang biasa di dengar dalam beberapa tahun ini. Jika muncul pertanyaan tentang fungsi nyata sebuah sistem informasi, maka secara logika Saya akan menjawab begini :

Intinya sistem informasi dapat digunakan untuk memudahkan tugas dan pekerjaan manusia, dengan bantuan perangkat lunak dan perangkat keras tentunya.

Sistem informasi banyak digunakan untuk kasus yang yang bersifat terstruktur dan dilakukan secara berulang. Sebagai contoh, pernahkah Anda berbelanja disebuah swalayan? Dimanakah transaksi dilakukan? Mungkin Anda akan mengunjungi Kassa, dan melakukan pembayaran di tempat tersebut. Coba perhatikan, apakah petugas Kassa melakukan sesuatu yang berulang? Ada beberapa proseskah yang dilakukan oleh petugas Kassa?

Mari kita tinjau. Secara sederhana, tugas tersebut Saya gambarkan menjadi 3 bagian. Tugas pertama adalah melakukan pengecekan jenis barang. Tugas kedua melakukan pengecekan harga barang. Terakhir adalah melakukan kalkulasi nominal yang dibayarkan. Ketiga proses ini harus dikerjakan oleh petugas tersebut. Coba Anda bayangkan, jika proses ini dilakukan secara manual dengan menuliskannya satu-persatu. Barangkali akan muncul pertanyaan-pertanyaan berikut ini. Seberapa lamakah waktu yang dibutuhkan? Apa yang akan terjadi jika pembayaran dilakukan oleh banyak orang dalam waktu yang hampir bersamaan? Seberapa banyakkah energi yang dikeluarkan? Mungkin akan muncul banyak pertanyaan lainnya yang pada akhirnya melemahkan kemampuan Swalayan tersebut dalam melayani pelanggannya. Akibatnya apa? Silahkan dijawab sendiri.

Itulah sedikit ilustrasi yang menggambarkan seberapa pentingnya sistem informasi, disamping aplikasi-aplikasi lainnya dalam berbagai dimensi kehidupan. Ilustrasi tersebut menggambarkan secara riil bahwa sistem informasi itu memang sangat membantu manusia dalam menyelesaikan pekerjannya.

Jika sistem di atas ditinjau dari dukungan kepada pemakainya, sistem tersebut berada pada level yang paling bawah. Secara teoretis, kelompok sistem informasi berdasarkan dukungan kepada pemakainya dibedakan menjadi 5 tingkatan (Abdul Kadir). Tingkatan-tingkatan tersebaut antara lain

  1. TPS (Transaction Processing System)
  2. MIS (Management Infomation System)
  3. DSS (Desicion Support System)
  4. EIS (Executive Information System)
  5. ES (Expert Sistem)

Ilustrasi yang digambarkan pada tulisan ini dikategorikan ke dalam sebuah Sistem Pemrosesan Transaksi (SPT/TPS). Sistem tersebut bekerja secara terstruktur dalam waktu tertentu dan dilakukan secara berulang. Pernahkan Anda lihat sebuah swalayan berhenti menggunakan mesin Kassa dan beralih menggunakan proses manual untuk sementara waktu? Secara keseluruhan tindakan tersebut tidak pernah dilakukan. Bahkan mesin kassa hampir setiap hari digunakan pada waktu operasinya.

Seberepa besarkah proses yang dapat diolah sistem tersebut? Jawabannya adalah sangat besar. Mari kita tinjau. Sebuah swalayan selalu memiliki minimal atau lebih dari 1 mesin kassa. Setiap mesin bekerja melayani sejumlah pembeli dengan jumlah yang tidak beraturan. Jumlah tersebut selalu bertambah setiap detik, menit, dan jam dalam satu hari. Bayangkan jika sebuah swalayan besar mengoperasikan lebih dari 5 mesin kassa, dengan jumlah pembeli yang tidak terhitung banyaknya. Dapatkah Anda bayangkan besarnya data yang diolah oleh SPT swalayan ini?

Sistem Basis Data. Jika ditinjau dari sistem basis data, sebuah SPT harus mampu menyimpan data dalam jumlah yang besar. Jumlah ini berbanding lurus dengan jumlah barang dan transaksi yang dapat dilayani. Sistem basis data digunakan untuk menyimpan semua transaksi yang dilakukan, termasuk menyimpan jenis-jenis barang yang diperjualbelikan. Hasil penyimpanan ini sangat berguna bagi level Sistem Informasi berikutnya, seperti MIS, ataupun DSS.

Keluaran dari TPS biasanya bersifat mutlak dan bernilai pasti (jika error terhadap sistem kita abaikan). Mengapa demikian? Proses yang dilakukan oleh TPS tidak melalui komputasi yang rumit, hanya melakukan proses matematika sederhana, menjumlah, mengurang, membagi dan mangali. Semua proses ini selalu dilakukan sesuai dengan rule yang telah ditentukan untuk masing-masing barang. Hasil operasi matematika tersebut dapat berupa jumlah total belanja, jumlah pengembalian uang, penghitungan diskon dan lain sebagainya.

Dapat kita Simpulkan, pengelolaan sebuah sistem yang sangat besar dan bernilai pasti berada pada level sistem yang paling rendah yaitu TPS/SPT. Sesuai karateristiknya, TPS adalah sebuah sistem yang mengolah data dalam jumlah yang sangat besar dengan nilai yang pasti. Proses-proses ini dilakukan secara berulang dalam kurun waktu tertentu. Hasil dari sistem ini bersifat terstruktur. Dikatakan terstruktur karena proses mendapatkan nilainya dilakukan secara teratur. Teratur menurut waktu dan menurut operasi matematikanya. Nilai yang dihasilkan dari sistem ini akan selalu muncul selama proses transaksi dilakukan (berulang-ulang).

Di dalam sebuah perusahaan, sistem yang digunakan tidak hanya sistem TPS. Semua sistem yang disebutkan di atas, bekerja sesuai dengan posisinya masing-masing. Hasil dari Sistem TPS ini selanjutnya akan diolah sedemikian rupa dan dimanfaatkan untuk level MIS. Jika level TPS hanya dikerjakan oleh karyawan level paling rendah, maka MIS dimanfaatkan oleh karyawan level selanjutnya, apakah itu manajer pemasaran dan sebagainya.

Semakin  tinggi level jabatan seseorang di dalam sebuh perusahaan, maka semakin tinggi sistem informasi yang digunakan. Hasil yang dikeluarkan pun akan semakin tidak terstruktur. Hingga proses pengambilan keputusan dilakukan dengan bantuan Sistem DSS, dan bahkan proses pemecahan masalah pun diselesaikan dengan menggunakan Sebuah sistem yang dikenal dengan level ES (Expret Sistem atau Sistem Pakar).

Sistem pakar bekerja meniru kepakaran seseorang dalam bidang tertentu. Tujuannya adalah untuk menyelesaikan suatu permasalahan yang  bersifat tidak terstrukstur. Permasalahan ini biasa muncul pada level manejer tingkat atas. Proses pengambilan keputusan pun dapat dilakukan sesuai dengan output yang dihasilkan sistem ini. Sangat berbeda dengan DSS (Decision Support System). Output DSS hanya digunakan untuk membantu manajer tertentu dalam mengambilkan keputusan. Dengan kata lain, output DSS dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam mengambil keputusan.

Inilah sedikit kajian Sistem Informasi menurut dukungan terhadap pemakainya. Teori-teori yang Saya sebutkan dalam kajian ini diambil dari Slide Presentasi Abdul Kadir, yang Saya dapat ketika kuliah dengan bapak Ir. P. Insap Santosa, M.Sc., Ph.D di Pasca Sarjana Teknik Elektro UGM. Persiapan sebelum Ujian akhir Semester 1.

Yogyakarta –  Isaninside Januari 2011.

Share :
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Twitter
  • Google Bookmarks
  • Google Buzz
  • RSS
  • Technorati
  • Add to favorites
  • email
  • MySpace
  • Plurk

Tentang Isaninside - Muhammad Ihsan Zul

Isaninside - Muhammad Ihsan Zul, Seorang suami dari Rizka Irma Septiani dan bekerja sabagai Dosen di Politeknik Caltex Riau (PCR). Lulusan Pendidikan Teknik Elektronika FT UNP [Padang] tahun 2009 dan menyelesaikan pendidikan Pasca Sarjana di UGM tahun 2012. Ilmu untuk dibagi bukan dipamerkan. Let's Share!
Bookmark and Share Subscribe

3 Responses to “Sistem Informasi berdasarkan Dukungan kepada Pemakai”

  1. Saya tertarik dengan tulisan anda mengenai Dunia Informasi, menurut saya bidang studi Sistem Informasi merupakan bidang studi yang sangat menarik
    juga banyak hal yang bisa dipelajari di dunia Informasi.
    Saya juga mempunyai tulisan yang sejenis
    mengenai bidang Sistem Informasi yang bisa anda kunjungi di Lembaga Sistem Informasi

    Reply
  2. Hilman 23/01/2015

    saya tertarik dengan tulisan anda mengenai Sistem Informasi,untuk berbagi pengetahuan
    kami juga mempunyaiartikel semacam ini yang bisa anda kunjungi di Klik Disini , terima kasih

    Reply
  3. Saya tertarik dengan tulisan diatas, saya juga memiliki tulisan serupa mengenai Sistem Pakar, kunjungi balik ya disini Terimakasih.

    Reply

Tinggalkan komentar