Home » Artikel, S2 JTETI UGM » Syarat dan Langkah Penamaan Data

Syarat dan Langkah Penamaan Data dalam Pengembangan Database

(Base on Modern Database Management book, by Jeffrey A. Hoffer, Mary B. Presscott and Fred R. McFadden. Six Edition)

Penamaan (memberi nama) data termasuk tugas awal dalam pengembangan Basis Data (Database). Oleh karena itu, diperlukan syarat-syarat tertentu yang menuntun dalam pemberian nama data tersebut. Syarat pemberian nama ini akan berguna  dalam pengembangan Sistem Basis Data. Baik dari perancangan, penyusunan hubungan antar data, dan bahkan pada proses maintenance serta improvisasi serta modifikasi data.

Adapun cara penamaan data harus mengikuti ketentuan berikut (Salin, 1990) :

  1. Harus berhubungan dengan Aktifitas Organisasi (Related to business ), bukan berupa kerekteistik teknik (hardware atau sofware). Seperti pada sebuah Perusahaan, nama data : File10 dn Bit7, cara penamaan seperti ini bukanlah cara penamaan yang tepat. Gunakan nama yang berhubungan seperti, Costumer, Product dan sebagainya.
  2. Memiliki arti (Be Meaningful), nama data harus tertuju kepada nama dokumen itu sendiri.  Dengan kata lain, Definisi data itu harus menjelaskan objek, tanpa harus menjelaskan arti objek itu sendiri. Dalam hal ini, harus menggunakan kata-kata yang umum.
  3. Unik(Be Unique), nama yang digunakan untuk setiap objek data harus berbeda. Kata-kata yang digunakan untuk sebuah objek data yang memiliki kesamaan sifat dengan objek data lainnya harus dibedakan. Contoh antara  “AlamatRumah” dengan “AlamatKampus”.
  4. Mudah dan dapat dibaca (Readable), Struktur penulisan kata harus mudah dan dapat dibaca. Contoh : “RerataNilaiA” mudah dan dapat dibaca, “JumlahNilaiAdibagi9” merupakan penamaan yang kurang tepat.
  5. Terdiri dari kata yang diambil dari daftar kata yang sesuai atau disetujui penggunaannya.  Seperti penggunaan singkatan atau pemotongan kata. Penggunaan singkatan kata mungkin dilakukan. Metode ini berguna ketika kita menggunakan teknologi basis data yang membatasi jumlah huruf dalam penamaan data. Contoh, penggunakan kata “CostumerServices” bisa disingkat menjadi kata “CustServ”.
  6. Dapat diulang (Repeatable), artinya, pada kasus orang yang samasekali sama atau berbeda sebaiknya menggunakan nama data yang persis atau hampir sama.  Dengan cara ini dibuat pola penamaan yang tetap terhadap nama data yang memiliki bentuk isi dan tujuan sama. Seperti pada kasus Tanggal lahir. Nama data “tlahirsiswa” digunakan untuk tanggal lahir siswa, sedang untuk tanggal lahir pegawai “tlahirpegawai”.

Dari keenam cara penamaan tersebut, Salin (1990) menyarankan agar pengambangan nama data dapat dilakukan dengan langkah berikut.

  1. Mempersiapkan definisi dari data
  2. Membuang semua kata yang tidak berguna atau kata yang tidak baku.
  3. Menyusun kata-kata tersebut ke dalam arti tertentu, dilakukan dengan jalan berulang.
  4. Mencari  dan menetapkan singkatan masing-masing kata.
  5. Jika nama itu telah digunakan, tentukan dan tambahkan nama lain (dalam kulifikasi arti nama itu sama) yang membuat nama itu menjadi unik.

Isaninside-Oktober2010-Yogyakarta

Share :
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Twitter
  • Google Bookmarks
  • Google Buzz
  • RSS
  • Technorati
  • Add to favorites
  • email
  • MySpace
  • Plurk

Tentang Isaninside - Muhammad Ihsan Zul

Isaninside - Muhammad Ihsan Zul, Seorang suami dari Rizka Irma Septiani dan bekerja sabagai Dosen di Politeknik Caltex Riau (PCR). Lulusan Pendidikan Teknik Elektronika FT UNP [Padang] tahun 2009 dan menyelesaikan pendidikan Pasca Sarjana di UGM tahun 2012. Ilmu untuk dibagi bukan dipamerkan. Let's Share!
Bookmark and Share Subscribe

Belum ada komentar... Jadilah komentator pertama!

Tinggalkan komentar