Sistem Informasi, dengan Ir. P. Insap Santosa, Ph.D

Universitas Gadjah MadaPada perkuliahan Pasca Sarjana Teknik Elektro UGM, mata kuliah Sistem Informasi merupakan salah satu mata kuliah wajib. Mata kuliah yang wajibkan untuk semua mahasiswa Pasca sarjanaTeknik Elektro. Mata kuliah ini diambil pada semester pertama.

Perlu diketahui, program Reguler Pascasarjana Teknik Elektro, memiliki 3 konsentrasi. Ketiga konsentrasi itu antara lain SKI (Sistem Komputer dan Informatika), STL (Sistem Tenaga Listrik), dan SIE (Sistem Isyarat Elektronika). Secara awam, kecenderungan mata kuliah Sistem informasi memang erat dengan kelompok konsentrasi SKI. Namun sebenarnya mata kuliah Sistem informasi sangat dibutuhkan di berbagai bidang ilmu, termasuk konsentrasi STL dan SIE.

Pada tanggal 1 September 2010, tepatnya pukul 10.00 WIB, di ruangan E3 Lantai 2 Jurusan Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Saya beserta beberapa mahasiswa Pascasarjana Teknik Elektro angkatan 2010 mengikuti mata kuliah Sistem Informasi. Pengampu mata kuliah ini adalah Ketua Program Studi S2 Teknik Elektro, Bapak Ir. P. Insap Sentosa, M.Sc., Ph.D. Mata kuliah ini berjumlah 3 SKS, sehingga waktu perkuliahan yang akan kami lewati akan berdurasi 2,5 jam. Dimulai pada pukul 10.00 hingga pukul 12.30.

Seperti pada hari orientasi Progaram S2, Bapak Insap selalu menceritakan segala sesuatu dengan riang. Sedikit canda dan menyenangkan bagi Saya. Beliau sempat mengatakan kalau perkuliahan tersebut adalah hasil dari penugasan diri sendiri sebagai dosen pengampu mata kuliah. Maksudnya posisi sebagai Ketua Prodi S2 menugaskan dosen pengampu mata kuliah untuk mengajar sesuai jadwal yang telah disusunnya. Sementara yang bertindak sebagai Ketua Prodi dan dosen pengampu adalah Beliau sendiri.

Materi Perkuliahan

Materi mata kuliah yang disajikan melalui LCD Proyektor, tepatnya dari kombinasi Laptop Apple dengan Projector merek Epson. Power Point yang digunakan pun bukanlah milik pak Insap, melainkan miliki Mahasiswa S3 bimbingan beliau sendiri.

Sistem Informasi. Terdiri dari dua kata Sistem dan Informasi. Ada beberapa ahli yang menjelaskan pengertian dari Sistem Informasi ini. Pengertia ini silahkan dicari sendiri melalui literatur-literatur yang telah diterbitkan.

Dulunya Sistem Informasi (SI) dikategorikan ke dalam dua jenis. SI Manual dan CBIS (Computer Base Information System), SI berbasis komputer. Sejak berkembanya komputer, Sistem Informasi yang dikenal bertransformasi menjadi CBIS, dengan kata lain meninggalkan SI Manual. Terdapat beberapa layer yang menunjukan aktifitas di dalam sebuah Sistem Informasi. Layer tersebut antara lain :

  • Transaction Processing System (Sistem pemroses transaksi , seperti kassa di swalayan, pengisian KRS atau sistem jual beli pulsa manual). Sistem ini dijelaskan dengan adanya proses transaksi yang dikerjakan.
  • IS (information System) Management, merupakan project sistem informasi yang sebenarnya
  • DSS (tidak dijelaskan beliau)
  • Export System (juga tidak dijelaskan)
  • EIS, merupakan layer paling atas dalam sebuah sistem informasi. Kedudukan ini biasanya dipegang oleh orang-orang memiliki kebijakan dan pengaruh yang besar dalam organisasi.

Ada 4 bagian penting dalam sebuah sistem informasi. Jika dulunya saya hanya mengenal 3, makasekarang ada sebuah bagia penting yang harus diperhatikan. Keempat bagian tersebut antara lain :

  • Software
  • Hardware
  • Human
  • SOP (Standar Operational Procedure), prosedur/aturan kerja

Sebagai contoh, bagian software bisa berupa sebuah basis data (database), bagian hardware bisa berupa perangkat komputer dan networking, bagian human adalah manusia yang menjalankan, dan bagian SOP adalah bagian yang menentukan posisi-posisi dan kewenangan human yang akan mengerjakan.

Keteledoran dalam menentukan SOP akan mengakibatkan kejadian yang luar biasa (begitu petikan kata-kata Bapak Insap). Mengapa tidak, mari Kita analogikan. Bayangkan seorang teller bank bisa mengakses semua data induk dan server utama sebuah bank? Apa yang akan terjadi? Contoh lainnya, jika seorang supervisor bisa mengakses komputer seorang menajer yang berperan dalam pengambilan kebijakan strategis? Bisa-bisa semua perncanaan akan di acak dan akan menimbulkan Chaos di kemudian hari. Keadaan ini justru akan terjadi jika SOP tentang sistem informasi tidak dijelaskan secara jelas dan tidak dijalankan secara konsisten. Contoh KASUS Pajak.

Ditinjau dari segi sifat, sistem informasi tidak harus kompleks. Jika sistem yang akan dijalankan cukup dengan sebuah komputer, why not? Sehingga biaya sistem tersebut bisa lebih murah dan lebih efektif untuk digunakan, contoh : penggunaan Database Excell dalam menghitung jumlah transaksi pulsa yang dijual setiap hari. Selanjutnya, apabila sistem itu memang menuntut untuk dimanfaatkan secara luas, lakukanlah sesuai dengan kebutuhannya. Jangan berlebihan. Pengunaan secara luas akan menuntut pembuatan jaringan (networking) Sistem itu sendiri. Sehingga pengguna bisa mendapatkan informasi secara layak dan dapat dimanfaatkan sesuai dengan tujuan.

Beberapa contoh penerapan Sistem Informasi antara lain :

  • Reservation System di Pesawat Komersil.Jika semua masyarakat mulai cerdas, entah bagaimana jadinya biro-biro penjualann tiket pesawat. Reservasi berbasis web telah berkembang dan dapat dilakukan dimana saja dengan bantuan jaringan internet. Pembayaran pun dapat dilakukan dimana saja, baik melalui telepon, kartu kredit atau dengan SMS banking. Mudah bukan?
  • Point of Sale. Lebih dikenal dengan kasir swalayan.
  • Sistem Biometrik. Sistem yang memanfaatkan anggota tubuh sebagai identitas pengenal. Seperti Finger Print, atau Sistem Retina Mata.
  • Sistem Telemetri. Sistem telemetri bisa dikenal dari arena balapan F1 atau Moto GP. Dimana dalam kecepatan ratusan Km/Jam sebuah data bisa disampaikan dengan kecepatan tinggi. Real Time. Seperti, mengetahui kecepatan F1/MotoGp, tekanan Throttle atau brake, dan lain sebagainya.
  • Smart Card, seperti pada Chip kartu Ponsel, atau Magnetic Stripe pada ATM
  • Sistem Informasi berbasis WEB, Web Base.
  • Electronics Data Interchange (EDI). Pernahkah Anda tau? Barang apakah yang anda beli pada saat mengisi pulsa? Itemnya tidak pernah terlihat, tapi bisnis ini begitu menjanjikan (mengutip kata-kata Bapak Insap). Lebih kurang itulah gambaran mas EDI ini.

Bagaimana dengan kemampuan SI? Apa saja yang bisa SI lakukan? Secara umum, SI dapat melakukan  tugas seperti berikut ini :

  • Melakukan komputasi numerik secara cepat (high speed) dalam volume yang besar
  • Melakukan komunikasi dengan murah, akurat dan cepat serta tidak dibatasi oleh ruang, tempat dan waktu.

Dua poin di atas adalah hanyalah sedikit kemampuan yang akan dijabarkan (mengingat banyaknya kemampuan). Komutasi numerik yang dilakukan akan lebih menghemat waktu, tenaga dan pikiran dalam menggunakannya. Semua kemampuan itu akan didukung dengan komunikasi yang murah, akurat dan cepat. Komunikasi-komunikasi tersbut tidak akan terbatas oleh ruang tempat dan waktu. Mungkin anda adalah salah satu user-nya. Bagaimana? Betulkah? Silahkan jawab sendiri.

Perlu diingat, semua kemampuan ini akan mengakibatkan melimpahnya informasi yang akan di dapatkan. Dalam hal ini kebijakan dan ketepatan penggunaan informasi tergantung kepada pelakunya. Hindarilah kondisi Overload. Kondisi dimana terjadinya kelebihan informasi yang mengakibatkan tertundanya pengambilan keputusan. Hal ini dapat terjadi jika tidak konsisten dalam memanfaatkannya.

Itulah beberapa ringkasan perkuliahan perdana SI yang saya ikuti di Pascasarjana Teknik Elektro UGM. Sebenarnya ada beberapa poin lagi yang telah dijelaskan, seperti Model SI, Lingkungan Sosioteknologi, dan Teknologi Informasi dan Komunikasi (ICT). Namun saya tidak sempat menuliskannya pada Tulisan kali ini, sudah terlalu larut malam. Semoga pada tulisan selanjutnya bisa saya selesaikan. Salam

isaninside2010/Jogjakarta.

Share :
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Twitter
  • Google Bookmarks
  • Google Buzz
  • RSS
  • Technorati
  • Add to favorites
  • email
  • MySpace
  • Plurk

Leave a Reply

2 thoughts on “Sistem Informasi, dengan Ir. P. Insap Santosa, Ph.D”