Home » Activities, Opini, S2 JTETI UGM » Aktifitas dan Rutinitas Baru

Empat tahun yang lalu, saya tidak pernah merencanakan akan berada di sini (tempat tulisan ini ditulis), tidur, makan, nyuci, belajar, belanja dan berbagai rutinitas yang biasa dilakukan mahasiswa yang tinggal di kosan. Inilah rutinitas Saya, aktifitas Saya dan akan menjadi Experiences Point bagi Saya.

Tidak seperti kuliah sarjana, hari-hari yang dilalui selalu didampingi keluarga. Mau makan? sudah tersedia, nyuci?pakai mesin cuci, telat bangun? ada yang bangunin, duit? kalau habis bisa langsung minta, else? Semuanya dilakukan dengan tingkat kemandirian yang minim (faktor X dari). Bagaimana dengan sekarang? Otomatis tingkat kemandiriannya bertambah, tambahan minimal sudah jauh dari keluarga (orang tua). Jauh dari orang tua jelas membuat kita lebih mandiri untuk mengerjakan rutinitas. Selain kuliah, rutinitas sehari-hari mesti dijalani sendiri.

Apa saja rutinitas yang telah saya lakukan? Nah, inilah sedikit cerita tentang beberapa aktifitas yang Saya lakukan sejak kuliah di Teknik Elektro UGM Yogyakarta ini. Aktifitas ini akan Saya bagi menjadi beberapa poin dan Saya tuliskan secara parsial. Lets move!

  • Aktifitas menuju Kampus

Seperti Kuliah sarjana, sebagian perjalanan menuju kampus UNP Saya lalui dengan berjalan kaki. Kalau sekarang, hampir 100 % jalan kaki. Jarak kosan dengan gedung Teknik Elekro lumayan jauh, sehingga membutuhkan waktu 15 menit berjalan kaki. Setelah sampai di kampus biasanya keringat bercucuran. Maklum jalan yang dilalui termasuk jalan besar (Jalan RS. Sardjito), dengan cuaca yang mendukung untuk melakukan Sun Bathing! Panas sedikit terik. Perjalanan menuju kampus akan lebih tenang jika memulai perjalanan setengah jam sebelum masuk kuliah. Jadi ada waktu untuk bernafas lega dan mendinginkan badan. Bagaimana jika telat bangun? kasak kusuk tidak jelas, mandi di cut waktunya, kadang tidak sarapan, ditambah dengan perjalanan 15 menit yang cukup menantang. Sampai di kampus telat, dan tertinggal mengikuti pembukaan kuliah. OMG! Cobaan bagi Saya! Itulah dinamikanya, dinikmati dan diperbaiki. Alhamdulillah, kemarin motor yang Saya kirim dari Padang, akhrinya sampai. So, bye bye jalan kaki, We’ll met again in any reason.

Rekan-rekan seperjuangan. Sebagian besar dari rekan-rekan seangkatan adalah Staf pengajar di Instansi mereka masing-masing. Logikanya, mereka lebih tua dan bahkan ada yang jauh lebih tua dari Saya. Tepatnya layak dijadikan orang tua. Berinteraksi dengan mereka, mengingatkan Saya akan tingkat kematangan manusia. Dewasakah atau masih anak-anak? Jika Raditya Dika mencap ABG labil untuk remaja yang masih meraba-raba, mungkin Orang Tua Stabil bisa disematkan kepada rekan-rekan ini. Walau suatu ketika, joke-joke yang terkesan childish masih sering meraka lontarkan, minimal untuk mencairkan suasana. Jadi benarlah jika kombinasi antara pengalaman dengan ilmu pengetahuan akan membuat seseorang lebih matang dan lebih bijaksana. I face it now!

  • Kehidupan Kos

Kamar 3 x 2.8 m cukup untuk menampung tubuh kurus Saya. Kamar ini saya dapati setelah melalui perjalanan yang memang panjang (Bundaran UGM – Jakal KM 5). Jauh-jauh ke Jakal Km 5, akhirnya dapat di daerah BlimbingSari. Kamar ini memiliki fasilitas 1 meja, 1 rak buka, busa tempat tidur, bantal, guling, dan karpet. Cukup untuk fasilitas awal dan menghemat biaya.

Rutinitas yang Saya lalui di kosan ini sangatlah kompleks. Mulai dari tidur, nyuci, makan, masak nasi, buat tugas, nonton TV, baca buku, semuanya. Semua itu Saya lakukan sendiri, tanpa di dampingi keluarga. Mengapa saya memilih nyuci sendiri? Adanya waktu luang yang cukup, memungkinkan Saya untuk menyuci sendiri. Bermdalkan  jemuran kain sederhana, Saya berhasil mengeringkan pakaian dalam waktu yang relatif singkat. Dengan bantuan Kipas angin Miyako! Menghemat uang dengan memanfaatkan waktu luang. Beda daerah, beda rasa, inilah yang membuat Saya memutuskan untuk menanak nasi sendiri. Sementara, karena masih baru. Saya memilih memasak beras yang Saya bawa dari Padang. Hasil bungkusan Mama Saya. Ternyata tidak ada masalah, Saya bisa dan cukup bagus untuk pemula seperti saya (Narsis).

  • Materi Kuliah

Mummet Ndasku! Beberapa mata kuliah memang terasa sangat berat. Apalagi tidak memiliki pondasi ilmu yang memadai. Jika basic tidak paham, maka kegagalan akan menanti. Jadi dari sekarang sebaiknya posisikan diri untuk mencapai keberhasilan awal, step by step mudahan-mudahan bisa sukses.

Beberapa mata kuliah yang Saya hadapi memang pernah dilalui pada saat menempuh pendidikan Sarjana. Tapi seberapa persenkan ilmu itu melekat pada otak Saya? Barangkali Saya memiliki beberapa pilihan jawaban yang berbeda. Melekat 100%, 50%, dan LUPA sama sekali (0%). Masih mending jika semua mata kuliah tersebut ingat setengah-setengah, jadi masih bisa diingatkan dengan membaca ulang. Tapi kalau lupa? Waaah, inilah yang Saya hadapi untuk beberapa mata kuliah. Termasuk mata kuliah favorit Saya, Pemrograman. Harus belajar lagi dari awal, minimal untuk kasus algoritma dan flowchart. Inilah kasus-kasus yang Saya hadapi untuk beberapa mata kuliah. Semua itu dilalui secara bertahap. Mudah-mudahan Saya mampu melewati tahap-tahap tersebut dengan baik.

New Place, New Grade and New Motivation. Isaninside 2010

Share :
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Twitter
  • Google Bookmarks
  • Google Buzz
  • RSS
  • Technorati
  • Add to favorites
  • email
  • MySpace
  • Plurk

Tentang Isaninside - Muhammad Ihsan Zul

Isaninside - Muhammad Ihsan Zul, Seorang suami dari Rizka Irma Septiani dan bekerja sabagai Dosen di Politeknik Caltex Riau (PCR). Lulusan Pendidikan Teknik Elektronika FT UNP [Padang] tahun 2009 dan menyelesaikan pendidikan Pasca Sarjana di UGM tahun 2012. Ilmu untuk dibagi bukan dipamerkan. Let's Share!
Bookmark and Share Subscribe

2 Responses to “Aktifitas dan Rutinitas Baru”

  1. blogwalking. nice blog. nice content. nice person

    Reply
    • to : Mr. Anton

      Thx bang, maaf lambek ma reply, se-nice2-nyo ambo, masih nice abang mah…. hehehehehe salam..

      Reply

Tinggalkan komentar