Home » Artikel » Menyikapi Anti Islam Secara Bijak (RePost)

Pesan Berantai dari Beberapa Blog/Website/Group untuk Seluruh Kaum Muslimin/at.
Penting! Cara menyikapi blog, situs dan group  Anti/Penghina Islam.

Ini adalah hal yang mengkhawatirkan…
Bukan saja karena maraknya blog, website dan group yang menghujat islam, tapi ini lebih kepada keluguan dan kekeliruan responsiv umat Islam dalam menghadapi kehadiran blog, website dan group pengecut bin sampah tersebut. Dan yang memprihatinkan sikap reaksioner yang berlebihan dari umat islam itu juga yang terjerumus dalam sikap radikalisme dengan saling mencaci mengeluarkan kata-kata kasar dan jorok menular dari dan ke umat muslim itu sendiri.

..cek this one brother and sister :

Mudah-mudahan bisa diambil manfaat & mencerahkan..

Assalaamu’alaikum Wr. Wb.

??? ???? ?????? ??????

Berapa banyak website, blog atau forum yang dibuat khusus untuk menghina/menghujat Islam? Banyak… tak terhitung jumlahnya. Banyak juga “blog/website jebakan” yang namanya berbau Islam, tetapi isinya justru menyesatkan.

JANGAN PERNAH emosi atau penasaran TERPANCING untuk membuka Situs, Blog, atau Forum yang menghina/menghujat Islam. Kalau ada teman yang memberi kita link URL yang menghina Islam, jangan pernah dibuka, beritahu teman kita itu bahwa link URL tersebut adalah propaganda PUTAR BALIK.

Muslim yang gampang terpancing emosi adalah “mangsa empuk” bagi musuh Islam. Apalagi bagi teman-teman muslim terlena dalam perdebatan yang tiada berhujung; karena mereka para penghujat Islam itu BUKAN MENCARI KEBENARAN, melainkan hanya memprovokasi adu domba agama, DOKTRIN yang halus kearah pemurtadan serta misi anti Islam.
Kita tela’ah kembali dari semua hasil perdebatan itu; adakah diantara mereka rela masuk Islam atau sekedar mengakui sedikit saja kebenaran dalam Islam?. Sampai detik ini hasilnya tetap tidak ada. Adakah diantara mereka mau mengaku kekalahannya?. Sampai detik ini hasilnya tetap tidak ada. Adakah di antara mereka yang memenuhi panggilan debat secara terbuka?. Sampai saat ini hasilnya tetap tidak ada.

Bukan berarti tidak mengharap hidayah melalui adu debat, sebab hidayah hanya urusan Allah dan kita hanya dapat mendo’akannya; bukan memaksanya. Terkadang debat hanya menyisakan bertambahnya rasa benci serta kesombongan diri. Alasan dakwah? Dakwah adalah menyampaikan kebenaran dengan jalan yang ‘benar’ pula; dengan keindahan Islam yang sebenar-benarnya serta tidak diiringi hawa nafsu.

Bukan berarti debat tidak baik sama sekali, namun haruskah kita terus berdebat dengan orang-orang seperti mereka? ..asli – para pembual dan pengecut yang tidak tahu malu…

Bisnis internet, adalah bisnis “KLIK” tombol di ujung mouse pada komputer yang ada di rumah, warnet, kantor di seluruh penjuru dunia.

Sebuah website memperoleh keuntungan dari sponsor yang memasang iklan pada halaman-halamannya. Sponsor akan membayarnya sesuai dengan BANYAKNYA JUMLAH “KLIK” yang mengakses website itu, bukan terhitung dari jumlah orang, tapi adalah jumlah akses masuk. Jadi kalau 1 orang mengakses website itu 5 kali, maka akan terhitung lima, bukan satu.

Ironisnya, orang-orang yang paling banyak mengakses website propaganda ini adalah muslim yang terpancing emosi dengan memberikan banyak komentar membela Islam di dalamnya (bahkan dengan kata-kata kotor), tanpa mengetahui adanya maksud tersembunyi.

Bukan hanya itu, banyaknya jumlah akses akan menarik posisi link URL itu ke urutan-urutan awal pada searcher (yahoo search, google search, searchalot, dll). Semakin banyak yang mengakses website propaganda ini justru akan ‘memperpanjang umur’ website.

Berbeda dengan revolusi pemerintahan, atau unjuk rasa kepada seorang pengelola suatu perusahaan, sebuah website tidak akan bisa diturunkan atau dibunuh secara langsung. Cara yang paling umum dilakukan untuk membunuh satu website adalah “dengan tidak pernah mengaksesnya sama sekali”. Website akan otomatis membeku, bangkrut dan mati sendiri apabila tidak ada yang mengakses.

Setiap muslim yang merasa bertanggung jawab untuk mengingatkan saudara-saudaranya dari ancaman pengaruh dari link URL menyesatkan, maka adalah lebih wajib lagi untuk bisa mempertanggung-jawabkannya.

Kalau kita berniat atau ‘terpanggil’ untuk menjadi aktivis dalam menghadapi siasat propaganda ini, kita harus bisa bersiasat untuk menyerang balik, minimal adalah memperkuat pertahanan muslim terlebih dahulu, tidak mudah terpancing, menyerukan kepada semua saudara muslim agar tidak bergabung atau keluar dari grup tersebut serta bersatu melaporkan keberadaan blog, situs atau grup laknat itu bersama-sama. Kuncinya tiada lain adalah kekompakan!.Detik ini, ada sebagian saudara-saudara muslim kita yang berkecimpung khusus di dunia internet sedang sibuk dan hati-hati dalam menghadapi propaganda ini.

Ini adalah link URL dari beberapa saudara-saudara muslim yang mengusut masalah ini:

www.ifew.com
www.islamfortoday.com
www.nellaieruvadi.com

Tulisan di atas adalah tentang bagaimana menghadapi website, blog, forum. Bagaimana dengan “group-group dalam facebook” yang menghina/menghujat Islam?

Kita sekarang sedang berada di dalamnya. Apapun yang bisa kita lakukan di sini ada di bawah otoritas peraturan yang dibuat oleh Facebook Inc. Jangan lupa kalau Facebook Inc. ini adalah perusahaan milik pribadi, dengan kata lain Mark Zuckerberg (founder and CEO) bisa melakukan apapun yang dia mau di sini.

Kami mengetahui keberadaan group yang menghina Qur’an dengan najis (maaf, tidak menuliskan nama group) sejak beberapa bulan yang lalu. Sejak awal group itu masih beranggota puluhan orang, sudah ada ratusan muslim yang report atau melaporkan group itu. Tapi sampai dengan jumlah member 3000-an (tiga ribuan) account saat ini group itu masih tetap ada. Kalau memang Mark Zuckerberg cs. (Facebook Inc.) ada itikad toleransi untuk menghapus group itu, mereka sudah bisa melakukannya sejak jumlah membernya masih sedikit.

Ini permainan propaganda. Facebook tidak akan menghapus group itu hanya karena faktor emosional, itu sudah merupakan aturan main mereka. Semakin banyak yang meneriakkan group itu, maka group itu akan semakin populer, otomatis akan semakin banyak juga yang mengakses, = keuntungan facebook semakin besar.

Itu baru satu group, sedangkan group yang menghina/menghujat Islam di facebook berjumlah sampai dengan ratusan.

Facebook akan menghapus account, atau group, atau fan-page apabila pemerintah mereka (USA) yang memintanya, atau apabila sudah menjadi ancaman kepada mereka. Seperti pada kasus Del Piero-Neo Nazi, di mana seseorang mengaku Alessandro Del Piero mencantumkan website Neo Nazi di profile-nya, Del Piero menuntut balik ke facebook karena lemahnya security. Del Piero yang asli tidak pernah menggunakan facebook.

Solusi alternative ?
Ada memang; namun ini baru terbatas pada beberapa orang yang mempunyai kemampuan dalam ‘computer hacking’. Mereka para ‘hacker’ muslim sedang berjuang untuk menutup grup-grup penghina/penghujat Islam dengan cara khas mereka sendiri, atau setidaknya mem-blokir paksa account-account yang menjadi pengurus grup tersebut. Hasilnya? Jangan putus asa! Kita beri dukungan kepada mereka dan do’akan agar perjuangannya berhasil. Amin. Karena bagi mereka sangatlah berharga dukungan itu, dan bagi kita insyaAllah tidak terlepas dari sumbangsih amal jihad fii sabiilillaah.

Kuncinya tiada lain adalah solidaritas muslim!
Mau melihat grup penghujat/penghina Islam itu kalah?
Bagaimana jika kita melihat jumlah membernya yang bergabung hanya dibawah angka 50 misalnya?

Biarkan grup laknat itu berkoar-koar sendiri.. lama-lama menjadi sepi sunyi.. bahkan mati…

Facebook…, ambil saja apa yang bermanfaat buat kita dari facebook. Mudharatnya ada di mana-mana, begitu juga Hidayah ALLAH. Daripada kita cari mudharat-nya, lebih baik kita ambil manfaatnya, mana tahu beauty lies beneath (keindahan terletak dibaliknya).

Menepuk air di dulang terpercik muka sendiri.
Banyak muslim teriak-teriak “Provokator!!” sambil tidak menyadari kalau dia sudah menjadi provokator yang dibutuhkan musuhnya sendiri.

Itulah rentannya mencintai Islam dengan perasaan, emosi. Mencitai ALLAH ?????? ?????? dan Rasulullah ??? ???? ???? ???? adalah tidak cukup dengan perasaan, tapi juga dengan Ilmu dan Taqwa.

Apabila kita mendapat kabar sepintas yang terdengar “sensasional”, lebih baik kita diam dulu, sampai kita benar-benar mengerti masalahnya dengan tenang. Bi Shobri wa ash-Sholah… dengan Sabar dan Sholat. Berpikirlah lebih jernih dan banyak menyebut nama Allah, agar terhindar dari balutan hawa nafsu syetan yang sangat halus.

Jadi, sekarang lupakan saja group – group penghina Islam itu dan sebarluaskan tulisan ini kesemua forum diskusi, facebook, website dan blog kalian..! Lawan dengan kejeniusan berpikir bukan dengan emosi semata! Bersatulah saudaraku semua!!! Jangan terlihat menyedihkan karena satu sama lainnya tidak saling membantu! Sebab mereka kaum kafir akan senang jika kita terpecah belah dan kalah!.

Selamat Menjadi Orang Cerdas!!!
Allahu Akbar!

(Pesan berantai Antar Saudara se-Muslim. Tolong sebarkan dan bagikan catatan ini)

Jazaakallahu Khairan Katsiran
Mohon maaf atas segala kekurangan

Wassalaamu’alaikum Wr.Wb.

RESOURCES
Menjawab Tantangan Misionaris
Muslim Menjawab Tantangan
Menjawab Faith Freedom Indonesia

kang RAMDHAN:
Perlu digarisbawahi, bahwa setiap acara debat dan/atau dialog Antar Umat Beragama,  baik tingkat Lokal, Nasional dan Internasional, Umat Islam selalu menang; selalu bisa mematahkan argumen-argumen mereka dengan cerdas, cerdik, lugas dan ilmiah.  Bahkan pernah terjadi, seorang Pemuka Agama non-Muslim dipermalukan di atas podium.

Mereka sebenarnya mengakui hal itu, hanya mereka pura-pura buta; Buta Mata, Hati dan Telinga. Mata, Hati dan Telinga mereka telah ditutup rapat-rapat untuk menyembunyikan kebenaran islam.

Maka janganlah heran bila mereka hanya berani berkoar-koar di belakang layar  saja sembari menyembunyikan identitasnya. Tapi, ketika ditantang untuk debat terbuka, mereka diam seribu bahasa dengan alasan tak masuk logika.

Firman Allah SWT.:

??????? ???????? ????????? ????????????? ???????? ?????? ???????????
Dan sesungguhnya sebahagian di antara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui. (Q.S. al-Baqarah:146).

Marilah kita mencontoh suri tauladan Rasulullah SAW., beliau selalu membalas cacian dan makian dengan senyuman. Walau untuk ukuran kita sebagai manusia biasa adalah bukan hal yang mudah.

  • Diam Itu Emas;
  • Diam Bukan Berarti Kalah;
  • Ilmu Padi: Makin Tinggi Makin Merunduk (Berwibawa).

Kecuali kalau harga diri kita telah diinjak-injak. Namun tetap, hadapilah dengan hati dan fikiran yang dingin dan jernih..

Kita ambil dari segi positifnya saja. Insya Allah semua pasti ada hikmah dan balasannya. Amin.

Sumber: http://www.ramdhan.co.cc/2010/06/menyikapi-anti-islam.html

Share :
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Twitter
  • Google Bookmarks
  • Google Buzz
  • RSS
  • Technorati
  • Add to favorites
  • email
  • MySpace
  • Plurk

Tentang Isaninside - Muhammad Ihsan Zul

Isaninside - Muhammad Ihsan Zul, Seorang suami dari Rizka Irma Septiani dan bekerja sabagai Dosen di Politeknik Caltex Riau (PCR). Lulusan Pendidikan Teknik Elektronika FT UNP [Padang] tahun 2009 dan menyelesaikan pendidikan Pasca Sarjana di UGM tahun 2012. Ilmu untuk dibagi bukan dipamerkan. Let's Share!
Bookmark and Share Subscribe

4 Responses to “Menyikapi Anti Islam Secara Bijak (RePost)”

  1. Terima kasih atas infonya

    Reply
  2. fisip unand

    thank’s tips nya ya ^_^

    Reply
    • to : Chemo

      Sama2, tapi itu bukan dari saya.. Hanya sekedar repost.. Buat rekan-rekan sesama muslim yang mencermati kejadian2 tersebut…

      Reply
  3. terima kasih.. kunjungan pertamg

    Reply

Tinggalkan komentar