Home » Activities, Opini » Mahasiswa? Mau kemana?

Judul ini bisa menjadi pertanyaan penting bagi mahasiswa. Dalam pikiran saya, setelah menjadi mahasiswa, saya harus bisa memfokuskan diri untuk menyelesaikan kuliah secepatnya. Sedapatnya diiringi dengan nilai yang bagus dan sesuai dengan target yang saya tetapkan saat memulai perkuliahan. Kalau tidak melampaui target, minimal kurang sedikit dari target. Itu Cita-cita saya.

Setelah menjalani perkuliahan sebagai seorang mahasiswa, ternyata beberapa poin yang saya cita-citakan tidak sesuai dengan kenyataan yang saya hadapi. Jika anggapan mahasiswa harus menyelesaikan studi dengan baik, maka itu bukan mahasiswa. Bukan mahasiswa jika tidak diiringi dengan kegiatan berorganisasi. Ilmu yang tidak akan pernah didapat di balik meja, atau di atas kursi ruangan kuliah. Percaya atau tidak, ini sudah terbukti kebenarannya. Kebanyakan tokoh-tokoh dunia adalah orang-orang yang mampu mengaktualisasikan dirinya semasa remaja. Salah satunya dengan berorganisasi. Anggapan yang menyatakan organisasi mengakibatkan pengaruh negatif terhadap studi agaknya harus dicermati lagi. Setiap individu mahasiswa merupakan calon-calon orang dewasa yang mulai mencari dan menentukan pilihan hidupnya. Jika individu ini tidak arif menggunakan kesempatannya, maka tanggunglah resikonya.

Banyak peluang organisasi yang ditawarkan kampus bagi mahasiswa. Semua itu bisa dipilih sesuai dengan minat dan interest mahasiswa itu sendiri. Mengapa oragnisasi? Barangkali organisasilah salah satu kegiatan yang membuat terjadinya interaksi antar mahasiswa. Interaksi ini berupa kerja sama tim (team work). Kerja sama tim dalam meneyelesaikan tugas tertentu yang mereka rencanakan. Secara tidak sengaja, kerja sama tim ini akan memupuk rasa senasib dan sepenanggungan pelaku oranisasi.

Dalam kehidupan berorganisasi, mahasiswa akan terlibat kontak komunikasi dengan mahasiswa lainnya. Tidak jarang, komunikasi yang buruk menimbulkan berbagai macam gesekan yang harus dicarikan jalan keluarnya. Jalan keluar yang digunakan untuk menanggulangi masalah. Masalah ini bisa berlarut-larut dan bahkan bisa menjadi besar jika tidak ditanggulangi secepatnya.

Komunikasikan dan tanggulangi secepatnya. Visi ini tidak akan ditemui pada saat mengahadapi perkuliahan. Apalagi perkuliahan ini membuat kita berhadapan dengan mahasiswa lain yang secara sosial “hidup untuk dirinya sendiri”. Hidup untuk dirinya sendiri bukanlah sesuatu yang negatif, tetapi perlu diperhatikan, ada momen-momen tertentu yang mengakibatkan kekecewaan terhadap mahasiswa lain. Apa ini bukan negatif? Masih belum, kekecewaan ini perlu dikaji. Apakah mereka yang dikecewakan pantas kecewa atau tidak. Pantas kecewa jika mereka merasa diperlakukan tidak adil, atau merasa terkhianati dalam arti positif. Negatifkah keadaan ini?

Mahasiswa yang “hidup untuk dirinya sendiri”  sebaiknya memupuk jiwa sosialnya dengan baik. Tolong menolong dalam arti “Positif” harus dikembangkan. Tolong menolong dan kerja sama penting dikembangkan. Bagaimana jadinya bangsa ini, jika kehidupan mahasiswa hanya ditujukan untuk kepentingan diri sendiri? Kapan Anda berbakti dan membahagiakan orang lain? Saking senangnya dengan diri sendiri, akan bisa membawa kita secara langsung atau tidak langsung ke lembah memperkaya diri. Memperkaya diri dengan cara-cara yang menyakitkan dan membohongi oran lain. Hasilnya apa? Semoga bukan Korupsi.

Jiwa sosial ini bisa dikembangkan pada saat berorganisasi. Contoh : setiap permasalah anggota atau rekan-rekan mahasiswa seorganisasi akan menjadi masalah organisasi, minimal rekan-rekan seorganisai. Bayangkan, jika sebuah masalah dihadapi secara bersama-sama. Cara ini akan membuahkan hasil yang lebih cepat. Jauh lebih cepat daripada dihadapi sendiri.

Jadi, pada dasarnya mahasiswa harus mengenyam organisasi, baik organisasi kecil ataupun organisasi besar yang penting bisa memupuk jiwa sosialnya dengan baik dan positif. Kuliah oke dan organisasi sebaiknya juga oke!

Wassalam-isaninside. 2010

Share :
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Twitter
  • Google Bookmarks
  • Google Buzz
  • RSS
  • Technorati
  • Add to favorites
  • email
  • MySpace
  • Plurk

Tentang Isaninside - Muhammad Ihsan Zul

Isaninside - Muhammad Ihsan Zul, Seorang suami dari Rizka Irma Septiani dan bekerja sabagai Dosen di Politeknik Caltex Riau (PCR). Lulusan Pendidikan Teknik Elektronika FT UNP [Padang] tahun 2009 dan menyelesaikan pendidikan Pasca Sarjana di UGM tahun 2012. Ilmu untuk dibagi bukan dipamerkan. Let's Share!
Bookmark and Share Subscribe

3 Responses to “Mahasiswa? Mau kemana?”

  1. Wah kalau aku kembali jadi mahasiswa dan ditanya begitu, hehehe, maunya kembali jadi anak SMA… masa-masa paling indah nggak banyak pikiran hehehe.

    Bagaimana kabar Bro? Lama nggak sambang-menyambangi nih. Jangan lupa mampir ke gubuk kicauan ya…
    Salam.

    Reply
    • to : Om duto

      Hahahaha masa-masa indah di SMA.. memang sangat indah om.. apalagi dengan …………………

      Sehat alhamdulillah om, om bagaimana? Memang sudah lama.. Iya om, saya segera meluncur ke TKP…

      Reply
  2. Tulisan yang bagus

    Reply

Tinggalkan komentar