Home » Opini » Wisuda di Tengah Duka

Inilah judul yang saya berikan untuk tulisan singkat yang saya posting ini. Tulisan ini berkaitan dengan seremonial Wisuda Angkatan 86 tahun 2009 di Universitas Negeri Padang. Secara menyeluruh tulisan ini sangat terkait dengan bencana alam yang terjadi di sebagian kawasan Sumatera Barat, termasuk Kota Padang.

Pelaksanaan Wisuda angkatan 86 UNP telah dijadwalkan pada tanggal 10 Oktober 2009. Semua persyaratan administrasi telah diselesaikan oleh mahasiswa calon Wisudawan/ti sebelum hari raya Idul Fitri September 2009 yang  lalu. Dalam pikiran saya, acara wisuda Sarjana ini adalah suatu momen spesial yang harus dipersiapkan secara matang pelaksanaannya. Jauh hari sebelum dilaksanakan kegiatan wisuda, saya telah mempersiapkan diri untuk mengikuti kegiatan wisuda ini. Sungguh suatu angan-angan yang sangat membahagiakan bagi diri saya sendiri. Bagi saya, tidak gampang untuk menuju 10 Oktober 2009 ini. Banyak rintangan yang saya hadapi untuk mencapainya, seperti masalah nilai kuliah, jadwal pelaksanaan ujian Sidang, salah paham dengan ketua jurusan dan masalah-masalah lain yang terkait dengan pihak BAAK dan Puskom. Tapi Alhamdulillahhirabbil’alamin, Allah SWT masih memberikan kepercayaan kepada saya untuk dapat melaluinya dengan baik.

Mengingat begitu banyaknya rintangan yang saya hadapi, bahagia rasanya setelah Berkas calon wisudawa yang saya miliki akhirnya diterima oleh pihak BAAK. Sungguh suatu kebahagiaan yang luar biasa. Bagi saya, rintangan adalah pelajaran hidup, kegagalan-kegagalan di masa lalu merupakan pelajaran untuk dapat memperbaikinya pada momen-momen berikutnya. Jangan sampai gagal lagi dan terus berjuang.

Begitu besar pengaharapan yang saya berikan untuk menunggu Acara wisuda. Rasanya saya ingin cepat-cepat melalui liburan Lebaran dan selanjutnya melaksanakan seremonial wisuda dengan bangga. Namun Allah SWT berkehendak lain, pada tanggal 30 September 2009, terjadi gempa hebat yang meluluhlantakan sebagian pemukiman, perkantoran, gedung-gedung dan bahkan infrastruktur yang terdapat di Kota Padang. Tidak tanggung-tanggung, kekuatan gempa yang melanda Sumatera Barat adalah 7,9 SR (setelah diralat). Pusat gempa terdapat di daerah Pariaman, 57 KM dari kota Pariaman. Hampir semua gedung-gedung pemerintahan rusak parah dan bahkan ambruk total. Di sana-sini dapat ditemui puing-puing kehancuran kota Padang. Kurang dari 1 menit, Kota Padang berubah menjadi Kota hancur dan diselimuti duka. Akibat gempa ini, banyak korban berjatuhan, tidak hanya orang tua, lansia, dan bahkan anak-anak yang sedang belajar menjadi korbannya. Ini adalah kehendak Yang Maha Kuasa, semoga para korban tenang di sisi-Nya.

Gempa juga mengakibatkan Kampus Universitas Negeri Padang rusak. Jika melewati Kampus ini, akan terlihat Rektorat yang hancur di bagian sisinya. Gonjong (atap rumah adat minang) runtuh Rektorat runtuh dan menerjang pohon, jalan kampus serta tiang listrik yang terdapat di bawahnya. Di sana-sini di dapati jalanan yang retak selebar lebih kurang 1 cm. Tidak terkecuali gedung GOR Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) yang merupakan tempat dilaksanakannya Acara Wisuda ke 86 tahun 2009 UNP. Sisi kanan gedung tersebut telah menganga, dibagian belakang terdapat dinding-dinding hancur dan kaca yang berantakan. Di beberapa bagian terdapat tembok-tembok retak yang kelihatan rapuh. Mustahil dilaksanakan acara Wisdua di gedung itu. Kondisi gedung itu sangat memilukan hati saya.
Selang beberapa hari setelah musibah gempa, saya mendapati informasi mengenai pelaksanaan Wisuda 86 UNP. Informasi itu menyatakan kalau Wisuda tetap dilaksanakan pada tanggal 10 Oktober 2009. Wisuda ini dilaksanakan di Lapangan Bola Kaki FIK UNP (di depan Labor FIK). Informasi ini sesuai dengan pengumuman yang terdapat di Koran Singgalang. Rasa bahagia saya sedikit mengalir, namun rasa duka yang mendalam sangat menusuk hati saya. Duka melihat banyak korban yang berjatuhan di kawasan Sumatera Barat ini. hampir setiap detik media memberitakan kejadian-kejadian tragis yang terjadi di Sumbar yang terkena gempa ini. Masyarakat yang menangis sedih dan sangat pilu ketika mencari anak, suami,dan sanak familinya. Ini adalah duka kita bersama.

Bagaimana mungkin saya bisa berbahagia sedangkan saudara-saudara korban gempa mengahadapi musibah yang sangat memilukan. Bagi saya inilah Wisuda ditengah-tengah Duka Saudara-saudara Korban Gempa. Acara yang mungkin akan sangat mengharukan bagi saya. Semoga semua saudara-saudara korban gempa diberi ketabahan oleh Allah dalam menghadapinya.

Isaninside OKtober 2009

Share :
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Twitter
  • Google Bookmarks
  • Google Buzz
  • RSS
  • Technorati
  • Add to favorites
  • email
  • MySpace
  • Plurk

Tentang Isaninside - Muhammad Ihsan Zul

Isaninside - Muhammad Ihsan Zul, Seorang suami dari Rizka Irma Septiani dan bekerja sabagai Dosen di Politeknik Caltex Riau (PCR). Lulusan Pendidikan Teknik Elektronika FT UNP [Padang] tahun 2009 dan menyelesaikan pendidikan Pasca Sarjana di UGM tahun 2012. Ilmu untuk dibagi bukan dipamerkan. Let's Share!
Bookmark and Share Subscribe

3 Responses to “Wisuda di Tengah Duka”

  1. ikut merasakan kepiluan disana walau cuma lewat berita
    semoga semuanya disana bisa kuat mernhadapinya, amin…

    btw, selamat atas wisudanya, lanjut bro!
    udah lama nggak kesini, berkunjung dari blognya kyuutaro

    .

    Reply
  2. selamat wisuda

    makasih atas pujian dalam postinganku

    ya aku ada blogwalking saat senggang kuliah

    wah…kebetulan sekali aku juga di UNP,hanya saja aku trasfer dari FIK ke FIP jadi belum wisuda

    Reply

Tinggalkan komentar